Translate This !

Saturday, November 13, 2010

Tipologi Pantai Pangandaran

Pangandaran merupakan salah satu kecamatan paling selatan di kabupaten Ciamis Jawa Barat yang  memiliki wilayah kepesisiran. Wilayah kepesisiran di Pangandaran ini secara umum telah di kembangkan sebagai daerah tujuan wisata baik domestik maupun manca negara. Potensi di bidang pariwisata di Pangandaran ini tidak lepas dari tipologi patai yang dimiliki oleh pesisir Pangandaran.
G.1. Pantai Pangandaran view Citra Google Earth

Berbicara tentang tipologi, maka ia sangat erat kaitannya dengan kondisi geomorfologi/bentuklahan daerahnya.  Kondisi morfologi di Kecamatan
Pangandaran sebagian besar dikontrol oleh proses fluvial, fluvio marin dan marin, sehingga wilayah kepesisirannya memiliki tipologi yang cukup beragam. Tipologi pantai yang dimiliki oleh wilayah kepesisiran Pangandaran yaitu, marine diposition  coast, coast bulid by organism, dan wave erosion coast
Tipologi marine deposition coast merupakan tipologi pantai yang mendominasi di wilayah kepesisiran Pangandaran. Tipologi ini terdapat di pantai barat dan pantai timur pangandaran dan pantai pasir putih.  Tipologi ini ditandai dengan adanya gisik pantai yang merupakan akumulasi material sedimen marin oleh arus ataupun gelombang. Pesisir dengan tipologi ini terletak pada suatu teluk sehingga disebut juga memiliki gisik saku (Pocket beach). Dinamika pesisir yang terjadi pada tipologi ini adalah pengendapan material sedimen marin. Material ini berupa pasir pantai kasar dan material bioklastis yang terbentuk dari sisa dari hewanatautumbuhanlaut. Selain itu, pangandaran sendiri merupakan hasil deposisi sedimen marin yang membuatnya terbentuk dan menghubungkan pulau jawa dengan pulau pananjung membentuk tombolo.

G.2. Pantai pasir outih sebagai Marine deposition coast

             Tipologi coast build by organism yang terdapat di Pangandaran keberadaannya berasosiasi dengan tipologi marine deposition coast. Pantai ini bersebelahan dengan pantai  pasir putih. Pantai ini memiliki reeffrom sejauh 100 meter ke arah breaker zone laut dimana kedalamannya kurang dari 2 meter. Di pantai ini terdapat hamparan terumbu karang yang tumbuh cukup intensif. Pantai dengan tipologi seperti ini hanya terbentuk di satu sudut pantai di pulau pananjung.  Walaupun areanya tergolong  sempit, tetapi tipologi pantai seperti ini sudah dimanfaatkan oleh pemerintah setempat untuk spot wisata snorkeling.
G.3. Hamparan reeffrom sejauh 100 meter

      Tipologiwaveerosioncoastterdapatpadasebagian besar tanjung Pulau Pananjung Pangandaran Tipologi ini nampak dengan ciri-ciri seperti bentuk pantai yang berliku atau terjal tidak teraturmaterial pantai didominasi material pasir. dan ditandai dengan keberadaan stack berupa hancuran batuan-batuan dengan berbagai ukuran yang berasal dari dinding pantai (cliff). Dinamika pantai yang terjadi pada daerah ini adalah erosi oleh gelombang (abrasi). Meskipun demikian, karena material penyusun batuan di wilayah ini adalah batuan gamping yang keras, dan tidak terdapat sarana dan prasarana umum yang berada disana sehingga abrasi yang terjadi di sana tidak begitu beresiko dan membayakan. 
Wave erosion coast
Tebing Curam terabrasi gelombang laut

Berdasarkan tipologi yang dimilikinya, menurut Gunawan (2005), maka ia memiliki potensi potensi dan permasalahan wilayah kepesisiran, diantaranya :
a.       Potensi untukPariwisata
Masing-masing tipologi pesisir memiliki potensi di jadikan tempat wisata, mengingat masing-masing tipologi pantai memiliki karakteristik yang unik yang layak ditawarkan sebagai objek wisata. Tipologi wave erosion coast memiliki kenampakkan laut lepas yang luas. Selain itu tipologi ini pada beberapa tempat memungkinkan untuk digunakan sebagai arena panjat tebing.
Tipologi pesisir dengan tipe Marine deposition coast memiliki gisik pantai yang dapat digunakan sebagai tempat bermain, berenang, jala-jalan dan beberapa aktifitas lain yang dapat dilakukan selama berwisata.
Permasahalahan yang terjadi diisini adalah sampah dari hasil kegiatan pariwisata yang mengotori pantai. Selain itu, karakteristik pantainya yang berbentuk saku dan berhadapan dengan laut lepas, ia sangat rawan akan gelombang tsunami.

b.      PotensiuntukPerikanan
Pantai pangandaran yanng berbatasan dengan laut lepas ini memiliki potyensi di bidang perikanan yang cukup potensial. Hal ini dibuktikan dengan adanya tempat pelelangan ikan yang cukup besar di daerah pantai timur pangandaran.
c.       Potensi untuk Peternakan

Peternakan yang paling potensial untuk dikembangkan pada wilayah pesisir pangandaran khususnya di pulau pananjung, adalah budididaya sarang burung walet. Budidaya ini sebernanya sudah dikembangkan hampir pada semua wilayah pesisir pulau pananjung karena banyak terdapat cliff notch serta sea cave. Meskipun demikian, budidaya sarang burung walet baru dilakukan di Pantai, yakni pada tebing yang menghadap kelaut. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...