Translate This !

Tuesday, February 22, 2011

Mau Keliling Dunia ? Pake GOOGLE EARTH aja !

logo Google Earth
Aplikasi Google Earth pada awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, yang diciptakan oleh sebuah perusahaan bernama Keyhole Inc. pada tahun 2004. Di tahun 2005, Earth Viewer diubah namanya menjadi Google Earth dan sudah bisa dioperasikan pada komputer personal yang menggunakan sistem operasi Windows dan MAC. Pada tanggal 12 Juni 2006 Google Earth untuk sistem operasi Linux dirilis. Untuuk versi terbaru Google Earth 6 dirilis November 2010. Versi terbaru ini berfokus pada penyediaan tampilan dari Google Earth yang lebih realistis. Beberapa layanan tambahan yang tersedia di versi terbaru Google Earth antara lain, pengalaman baru dalam menggunakan Google Street View di Google Earth, tampilan pohon secara 3D, serta kemudahan untuk melihat atau menampilkan fasilitas historical.
3D view dari Google Earth

Dari Aplikasi Google Earth yang semakin canggih dengan view maps 3D yang terlihat lebih real dapat kita manfaatkan untuk menjelajahi seluruh tempat yang ada di permukaan bumi hanya dengan bermodalkan koneksi internet saja. Manfaat ini sangat dirasakan betul oleh David Kennedy, seorang arkeolog asal Perth, Australia yang berhasil menemukan hampir dua ribu situs arkeologi potensial di Arab Saudi yang berhasil ia jelajahi hanya dengan modal Google Earth.

"Saya belum pernah ke Arab Saudi. Itu bukan negara yang mudah untuk ditembus," ujar profesor arkeologi Universitas Western Australia ini dalam penuturannya kepada Telegraph. Sebagai gantinya, Kennedy memindai area seluas 1.240 kilometer persegi di Arab Saudi dengan menggunakan Google Earth.

Dari gambar satelit dunia maya beresolusi tinggi itulah ia menemukan sekitar 1.977 situs arkeologi potensial, termasuk di antaranya 1.082 makam purbakala yang terbuat dari batu.

Menurut Kennedy juga, foto udara Arab Saudi tidak bisa dilakukan oleh semua arkeolog karena faktor kesulitannya yang tinggi, bahkan mustahil terbang di udara negeri itu. Tetapi Google Earth dapat membuat mereka lebih dekat.

Sejak aplikasi Google Earth diluncurkan lima tahun lalu, peluang mengembangkan "arkeologi dari belakang meja" itu memang terbuka lebar-lebar. Meskipun demikian, Kennedy menegaskan, verifikasi lapangan tetap diperlukan. Ia sendiri memiliki staf di Arab Saudi untuk diminta melakukan verifikasi ke lokasi situs.

Pada 2008 lalu, para peneliti dari Melbourne, Australia pun telah menemukan 463 situs purbakala potensial di gurun Registan di Afganistan, hanya dengan memanfaatkan komputer mereka.


Sumber : NGI Online
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...