Translate This !

Tuesday, November 30, 2010

Teknik Pengukuran Profil Lereng

G.1. Profil Baseline 217 NE Batu Belah, Parangtritis

        Lereng terbantuk oleh intreaksi antara dua pengaruh yaitu pengaruh internal (jenis dan sikap kedudukan batuan, tanah, vegetasi) dan pengaruh eksternal (proses denudasi, seperti pelapukan massa batuan dan erosi). Lereng memiliki parameter-parameter seperti kemiringan, panjang dan bentuk (cembung, cekung, atau lurus). Parameter-parameter lereng tersebut terbentuk sebagai akibat dari interaksi faktor internal dan eksternal tersebut di atas.

            Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut, maka dengan membuat profil lereng di lapangan akan dicoba untuk menganalisis tentang hubungan antara profil lereng tersebut dengan jenis dan sikap batuan, perkembangan tanah, proses geomorfologis, dan penggunaan lahannya. Dengan demikian akan diperoleh suatu pemahaman tentang integrasi dari faktor-faktor pembentuk lereng dengan proses geomorfologi. Tujuan pembuatan profil lereng adalah:
a.   mengukur kemiringan lereng dan panjang penggal lereng;
b.  mengindentifikasi jenis dan penyebaran batuan, proses geomorfologi, tingkat perkembangan tanah, kondisi hidrologi, dan penggunaan lahan; serta
c.   mempelajari hubungan profil lereng dengan macam batuan (litologi), proses geomorfologi (pelapukan, mas wasting & erosi), perkembangan tanah, kondisi hidrologi dan penggunaan lahan pada masing-masing segmen lereng.
Peralatan yang digunakan antara lain : yalon, kompas geologi, abney level, pita meter, palu geologi, bor tanah, cangkul, soil kit, munshell colour chart, gelas ukur, saringan, timbangan analitik, penggaris, busur derajat, buku catatan lapangan, pensil dan karet penghapus.
Pembuatan profil lereng ini dikerjakan dengan cara pengukuran di lapangan. Cara pengukuran dapat dilaksanakan sebagai berikut :
-      tentukan arah garis profil yang dikehendaki dengan kompas geologi;
-      ukur panjang penggal lereng dengan pita meter;
-      ukur sudut kemiringan lereng dengan abney level;
-      catat bentuk lereng (cembung, cekung, rata atau tidak teratur).
Catatan : sudut kemiringan lereng adalah sudut yang dibentuk oleh bidang lereng dengan bidang
              horizontal
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...