Translate This !

Monday, February 7, 2011

ANALISIS KUALITAS AIR DANAU

Danau
Pengumpulan air dalam danau, rawa atau waduk dapat mempengaruhi kualitas airnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan antara lain oleh perbedaan kecepatan, lamanya waktu yang diperlukan untuk menahan air. Beberapa perubahan yang menguntungkan akibat dari pengumpulan air adalah pengurangan kandungan bahan organik, penurunan kekeruhan dan pengurangan kesadahan (kandungan kalsium dan magnesium).
Perubahan-perubahan yang tidak menguntungkan adalah penurunan kandungan oksigen akibat dari menurunnya aerasi, kurangnya percampuran air, akumulasi zat pencemar, kurangnya sentuhan air dengan dasar dan kenaikan pertumbuhan ganggang. Pertumbuhan ganggang dapat dipersubur dengan mengendapnya bahan-bahan tersuspensi dari genangan air, mengakibatkan bertambahnya pancaran sinar matahari terhadap ganggang. Stratifikasi termal dapat mengurangi derajat kualitas air dalam suatu waduk. Kandungan oksigen kadang-kadang turun sampai nol di dekat dasar perairan. Pada lingkungan perairan dengan kadar oksigen rendah, dapat menimbulkan bau busuk gas hidrogen sulfida. Jenis-jenis besi (III) yang tidak larut dan mangan (IV) direduksi menjadi ion-ion besi (II) dan mangan (II) yang sebelumnya harus dihilangkan kalau air itu akan digunakan. 

Langkah awal untuk mengetahui kualitas air danau, rawa atau waduk adalah dengan melakukan pengambilan sampel air. Lokasi dan jumlah titik pengambilan sampel air tergantung dari derajat ketelitian yang hendak dicapai. Di danau, rawa dan waduk terjadi persebaran komposisi kualitas air yang tidak sama dari satu titik ke titik yang lain, yang disebabkan oleh pengaruh gerakan dan sirkulasi air. Sirkulasi ini dapat disebabkan oleh gerakan angin, perubahan suhu dan arus aliran di titik masuk (inlet). 

Faktor lain yang juga ikut berpengaruh terhadap komposisi kualitas air adalah ketidakteraturan bentuk, perbedaan kualitas air yang masuk dan yang tertimbun di waduk, adanya penguapan serta adanya pelarutan dan evaporasi gas-gas pada setiap kedalaman tertentu. Disamping itu, aktivitas tumbuh-tumbuhan dan hewan yang hidup di dalam air menyebabkan kualitas air ketiga tubuh perairan tersebut makin tidak seragam. Titik pengambilan contoh air ditetapkan dengan menentukan lebih dahulu beberapa garis melintang danau/rawa/waduk. Kemudian pada setiap interval jarak dan kedalaman tertentu diambil sampel airnya secara depth integrated. Apabila hanya diambil satu sampel air saja, maka titik pengambilan sampel air berada di pusat massa airnya, karena diperkirakan titik tersebut merupakan rata-rata kualitas air di seluruh danau, rawa atau waduk.

Untuk mempresentasikan data hasil analisis sampel air di laboratorium dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan grafik atau diagram.  Beberapa jenis diagram yang sering digunakan adalah diagram batang, diagram vektor, diagram lingkaran dan diagram stiff.


Sumber : Suyono.2010.Petunjuk raktikum Hidrologi Sungai dan Danau.Yogyakarta: Lab. Hidrologi dan Kualitas Air F. Geografi UGM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...