Translate This !

Sunday, February 6, 2011

Metode-Metode Investigasi Air Tanah

Keterdapatan air tanah di dalam bumi tidak bisa kita lihat langsung di permukaan tanah, tetapi keberadaan, potensi dan karakteristiknya dapat diketahui dengan mengaplikasikan beberapa metode investigasi air tanah. Secara garis besar, ada dua jenis investigasi air tanah yaitu investigasi dari permukaan tanah dan investigasi di bawwah permukaan tanah.Investigasi daari atas pemukaan tanah teridir dari :

  1. Metode Geologi  : yaitu penggunaan data geologi dan penelitian lapangan untuk mngetahui kondisi air tanah.
  2. Metode Penginderaan Jauh : yaitu penggunaan fror udara dan citra satelit untuk menginterpretasi kondisi air tanah.
  3. Metode Geofisika : yaitu pengukuran sifat-sifat fisik tanah atau batuan untuk mengetahui kondisi air tanah. Ada beberapa jenis metode geofisika yaitu :
  • Metode Geolistrik : metode ini pada prinsipnya adalah dengan mengidentifikasi adanya perbedaan  tahanan (resisttensi) jenis batuan apabila ia dialiri arus listrik. Metode ini sangat populer digunakan dalam study air tanah.
  • Metode Refraksi Seismik : yaitu dengan mengalirkan getaran dari permukaan bumi dan mengukur waktu tempuh getaran pada setiap lapisan batuan.
  • Metode Gravitasi : yaitu dengan mengukur perbedaan kerapatan (density) permukaan bumi untuk mengetahui struktur geologinya.
  • Metode Magnetik : yaitu dengan mengukur kontras-kontras magnetik yang berkaitan dengan air tanah.
Investigasi airtanah di bawah pemukaan juga terdiri dari beberapa metode, yaitu :
  1. Pengeboran : yaitu dengan melakukan pemboran tanah untuk mengetahui kondisi batuan yang berkaitan dengan air tanah. Pengeboran ini terdiri dari : (a) Log geologi, yaitu mengumpulkan sampel tanah secara berurutan pada tiap waktu dan kedalaman tertentu, sehingga dapat diketahui stratigrafi batuannya. (b) Log waktu pengeboran, yaitu mengukur kecepatan pengeboran pada interval waktu tertentu dan merupakan data pelengkap dalam kkegiatan pengeboran.
  2. Pengukuran muka air tanah untuk mengetahui arah aliran air tanah dan pengaruh pemompaan di suatu sumur.
  3. Logging Geofisika, yaitu dengan memasukkan elektroda arus dalam sumur dan mengukur tahanan jenis batuannya. Logging geofisika terdiri dari Logging resistivity dan Logging spontaneous potential.
  4. Logging radiasi yang disebut pula logging nuklir atau logging radioaktif yaitu penggunaan isotop radioaktif untuk menyelidiki kondisi air tanah. Ada 3 tipe logging radiasi, yaitu logging gamma-alami, logging gamma-gamma dan logging neutron.
  5. Pengukuran suhu air, yaitu dengan mengukur suhu air tanah pada tiap kedalaman sumur. Dengan metode ini dapat diketahui kondisi geologi sumur.
  6. Logging kapiler, yaitu dengan mengukur diameter sumur pada tiap kedalaman.
  7. Logging konduktivitas cairan, yaitu dengan mengukur konduktivitas cairan di dalam ssumur bor.

Sumber : Purnama, Setyawan. 2000. Bahan ajar Geohidrologi.Yogyakarta : Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...