Translate This !

Sunday, February 6, 2011

Mataair (Spring) dan Klasifikasinya

mata air dari pegunungan everest.
Mataair (spring) adalah pemusatan pengeluaran air tanah  yang muncul di permukaan tanah sebagai arus  dari aliran air. Mataair berbeda dengan rembesan (seepage). Rembesan merupakan mataair yang keluar secara perlahan-lahan dan menyebar pada permukaan tanah. Keadaan mataaair sangat bervariasi. Menurut Tolman (1937), faktor-faktor yanng mempengaruhi mataair diantaranya :

  1. Curah hujan
  2. Karakteristik hidrologi permukaan tanah terutama kelulusannya.
  3. Topografi
  4. Karakteristik hidrologi formasi aquifer
  5. Struktur Geologi.
Adapun jenis-jenis mataair diklasifikasikan berdasarkan :
  • Mataair berdasarkan sifat pengaliran
    1. Mataair menahun (perenial springs) yaitu mataair yang mmengeluarkan air sepanjang tahun dan tidak dipengaruhi oleh curah hujan.
    2. Mataair musiman (Intermitten spriings) yaitu mataair yang mengeluarkan airnya pada musim-musim tertentu dan  sangat tergantung dari curah hujan.
    3. Mataair periodik (Periodic springs) yaitu mataair yanng mengeluarkan airnya pada periode tertentu. Faktor penyebabnya adalah berkurangnya evapotranspirasi pada malam hari, perubahan tekanan udara, pasang surut, dan pemanasan air oleh batuan.
  • Mataair berdasarkan debit : Debit mataair sangat bervariasi bergantung pada luasan daerah imbuh (Catchment area) dan besarnya imbuh (Storage). Meinzer membagi klasifikasi mataair berdasarkan debit menjadi 8 kelas yaitu :
    • Kelas I ( Debit rata-rata > 10 m3/sec) 
    • Kelas II ( Debit rata-rata 1-10 m3/sec) 
    • Kelas III ( Debit rata-rata 0,1-1 m3/sec) 
    • Kelas IV ( Debit rata-rata 10-100 l/sec) 
    • Kelas V ( Debit rata-rata  1-10 l/sec) 
    • Kelas VI ( Debit rata-rata 0,1-1 l/sec) 
    • Kelas VII ( Debit rata-rata 10-100 ml/sec) 
    • Kelas VIII ( Debit rata-rata < 10 ml/sec) 
  • Mataair berdasarkan suhu
    1. Mataair dingin (cold spring) yaitu mataaiir yang suhu airnya rendah. Airnya biasanya berasal dari pencairan salju atau es.
    2. Mataair normal (non thermal or ordinary temperature springs) yaitu mataair yang suhu airnya hampir sama dengan suhu udara atau lingkungan sekitarnya.
    3. Mataair panas (Thermal springs) yaitu mataair yanng suhu airnya lebih tinggi dari suhu udaranya sekitarnya.
  • Mataair berdasarkan tenaga penyebabnya : Ada  dua tenaga yang menyebabkan terjadinya pemunculan airtanah ke permukaan, yaitu tenaga non gravitasi dan tenaga gravitasi (Bryan dalam Todd, 1980). Mataair yang terjadi karena tenaga non gravitasi antaralain mataair vulkanis (volcanic springs) dan mataair celah  (fissure sprigs), yang biasanya berupa mataair panas. Untuk mataair yang disebabkan oleh tenaga gravitasi dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu Mataair artesis, mataair retakan atau pipa (tubular or fracture springs), dan lainnya.
  • Mataair berdasarkan tipe material pembawa air, dibagi menjadi :
    1. Mataair yang muncul adri material lulus air : perched springs, springs from old soil on mountain upland, talue springs, landslide springs, springs from old alluvium, pocket spring, mean springs, cueasta springs. desert springs, barrier springs.
    2. Mataair yang muncul dari material lulus air : channel springs, valley springs, cliff springs, dimple springs, alluvial-slope springs.
    3. Mataair yang muncul pada perselingan batuan lulus dan kedap air :  Monoclinal springs, synclinal springs, antlellnal springs, unconformity springs.
    4. Mataair yang muncul dari saluran pelarutan, banyak ditemukan di daerah yang berbatu gampng.
    5. Mataair pada lava
    6. Mataair yang muncul dari retakan batuan.

Sumber : Purnama, Setyawan. 2000. Bahan Ajar Geohidrologi. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...