Translate This !

Saturday, November 20, 2010

Metode Pengukuran Debit

Pengukuran debit dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu : pengukuran secara langsung dan tidak langsung. Masing-masing cara dapat dijelaskan sebagai berikut :
A. Pengukuran Langsung
Pengukuran secara langsung dilakukan dengan cara volumetrik dan cara ambang ukur.
a.    Cara volumetrik merupakan cara yang paling sederhana, khususnya pada aliran kecil. Aliran dimasukkan pada bejana kecil atau bejana ukur kemudian dicatat waktunya untuk memenuhi tersebut, sehingga diperoleh debit (V/T). 

a.        Cara ambang ukur digunakan untuk bangunan air yang mempunyai hubungan tertentu antara debit dengan tinggi muka air. Oleh karena itu, maka setiap bangunan air mempunyai rumus hubungan tertentu tergantung dari lebar (B), tinggi muka air (h) dan tetapan bentuk (n) maupun tetapan debitnya (K). Persamaan umum yang digunakan adalah:

Q  =  K B hn

B. Pengukuran Tidak Langsung
            Pengukuran secara tidak langsung dapat menggunakan tiga cara, yaitu velocity area method, slope area method dan dilution method.
(1).  Area Velocity Method
Pada prinsipnya, untuk mengetahui debit suatu aliran dilakukan dengan pengukuran kecepatan aliran dan penampang basah sungai. Rumus yang digunakan adalah :

Q = A  x  V


keterangan :
Q         =  debit aliran (m3/dt)
A          =  luas penampang basah (m2)
V          =  rerata kecepatan aliran (m/dt)



Ada dua macam metode yang digunakan, yaitu :
a.                    Pengukuran dengan Pelampung
Prinsip pengukuran dengan metode ini adalah kecepatan aliran diukur dengan menggunakan pelampung, luas penampang basah (A) ditetapkan berdasarkan pengukuran lebar permukaan air dan kedalaman air. Persamaan debit yang diperoleh adalah :

Q = A x  k  x U

Keterangan :
Q         =  debit aliran (m3/dt) :              A          =  luas penampang basah (m2)
U         =  kecepatan pelampung (m/dt) k          =  koefisien pelampung

Nilai k tergantung dari jenis pelampung yang digunakan, nilai tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Y.B. Francis) sebagai berikut:
k = 1 – 0,116 ( Ö 1 - µ    - 0,1)
Keterangan :
µ              =  kedalaman tangkai (h) per kedalaman air (d),  yaitu   kedalaman   bagian   pelampung  
                       yang   tenggelam   dibagi    kedalaman air
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...