Translate This !

Sunday, January 2, 2011

Climate and Culture Connections in Australia

From : Neville Nicholls
Bureau of Meteorology Research Centre, Melbourne, Australia.
Reviewed by : Munawaroh


Australia adalah sebuah negara yang luas dengan berbagai iklim yang berlainan. Berdasarkan letak  lintangnya, Australia membentang melintasi tiga kawasan iklim, yaitu kawasan tropis (11°LS – 23° 30’LS), kawasan subtropis (23° 30o – 35oLS) dan kawasan beriklim sedang (35° – 44°LS). 



1.      Iklim-iklim Tropis
Iklim tropis dijumpai di Australia di atas Garis Balik Selatan (23 1/2o selatan). Kawasan ini lebih banyak menerima panas matahari secara langsung, suhunya berkisar antara hangat sampai panas di sepanjang tahun dengan suhu tahunan rata-rata adalah antara 21oC dan 27oC. Beberapa daerah tropis di Australia ada yang lembab dan ada pula yang kering. Daerah-daerah yang berdekatan dengan pantai, yakni di Australia sebelah utara dan sebelah timur (Iklim lembab kering tropis), lebih tinggi curah hujannya dibandingkan dengan daerah-daerah yang jauh di pedalaman. Di daerah pedalaman, curah hujannya sangat rendah dan di sana timbul iklim gurun (Iklim setengah gersang tropis). Permasalahan yang sering melanda kawasan ini yaitu adanya badai siklon tropis  bada bulan November-Maret.

2.      Iklim-iklim subtropis
Kawasan ini dijumpai di antara dataran tinggi dan pantai di Australia bagian timur, mempunyai musim-musim yang jelas tandanya, yakni musim semi,  musim panas, musim gugur dan musim dingin. Bulan-bulan yang suhunya berkisar antara hangat sampai panas adalah bulan Desember sampai Februari. Antara bulan Juni dan Agustus suhunya berkisar antara dingin dan sangat dingin di musim dingin. Di musim semi (bulan September sampai November) dan musim
gugur (bulan Maret sampai dengan bulan Mei) bersuhu sedang. Iklim sub tropis terdapat 2 macam yaitu iklim lembab subtropis (di antara dataran tinggi dan pantai di Australia bagian timur) dan Iklim setengah gersang subtropis (di daerah dataran tinggi yang letaknya jauh di barat ). Permasalahan di kawasan ini yaitu desertifikasi terutama di bagian tengah benua.

3.      Iklim-iklim sedang
Terdapat dua jenis iklim sedang di Australia, yakni iklim sedang dan lembab yang ada di daerah pantai Australia, termasuk di Tasmania, dan iklim sedang yang lembab dan kering di Australia sebelah baratdaya dan sebelah selatan meliputi kota Perth dan Adelaide.

  
Hubungan antara Iklim dengan Budaya di Australia

Kondisi iklim di benua Australia yang beragam sedikit banyak mempengaruhi kebudayaan dan aspek lainnya secara umum di Australia. Seperti telah dikeahui, bahwa benua Australia merupakan benua yang dihuni oleh suku asli Aborigin dan suku kulit putih yang merupakan pendatang dari benua Eropa sejak 1770. Dengan kondisi iklim Australia yang mempunyai kesamaan di benua eropa yang terdapat di antara dataran tinggi dan pantai di Australia bagian timur dan ber-iklim sub-tropis maka para migran dari benua Eropa menghuni kawasan ini. Budaya budaya yang berkembang di Australia  awalnya merupakan buadaya bawaan dari eropa, misalnya pasteurisasi (Peternakan). Namun, budaya pasteurisasi tersebut tidak cukup berhasil karena ternyata setiap tujuh tahun atau lebih Australia mengalami kekeringan. Kekeringan yang selalu timbul lagi itu juga merupakan masalah. Kadang-kadang kekeringan tersebut sangat hebat sehingga terjadi kerugian jutaan dolar ketika tanaman pangan dan hewan peliharaan mati. Kejadian-kejadian ini secara tidak langsung mempengaruhi aspek bahasa yang berkembang dan banyak menggunakan istilah istilah iklim untuk bahasa sehari-hari, misalnya sebuah judul di headlinenews harian Australia tahun 2001:
Weathering an unseasonal damp”
“The drought of ideas”
“Wets freeze up in Howard's way”
Pengaruh kondisi iklim di Australia selain mempengaruhi bahasa, juga mempengaruhi gaya hidup suku aborigin yang merupakan penghuni asli benua ini. Kondisi Australia yang sering di landa kekeringan maupun badai tropis akibat efek La Nina maupun El Nino membuat suku aborigin bergaya hidup berburu dan mengumpulkan makanan daan hidup cenderung nomaden sebagai adaptasinya untuk menghindari resiko-resiko dari kondisi iklim ekstrim.
Kondisi iklim di australia yang beragam sangat menarik pehatian banyak ilmuan untuk menelitinya. Hasilnya adalah bermunculan faham-faham iklim "determinisme" yang menjurus ke arah rasisme. Faham ini menjelaskan bahwa orang-orang yang tinggal di kawasan tropis Australia (yang kebanyakan di huni oleh suku pendatang dari Asia) kurang bisa merencanakan masa depan karena kondisi iklim di tropis dapat menyediakan kebutuhan hidup yang disediakan melimpah, sedangkan orang-orang yang biasa hidup di daerah 4 musim (Eropa) memiliki gayaa hidup oportunis dan lebih baik dalam merencanakan masa depan.

Kesimpulan
1.      Kondisi iklim Australia yang beragam membuat para pendatang dari eropa yang kini menjadi penduduk Australia telah banyak beradaptasi dengan iklim yang ada dan sekaligus mempengaruhi beberapa aspek budaya.
2.      Aspek budaya yang terpengaruhi kondisi iklim yaitu bahasa, diamana banyak istilah-istilah iklim yang digunakan untuk bahasa/istilah yang digunakan sehari-hari.
3.       Gaya hidup suku aborigin yang nomaden sedikit banyak dipengaruhi oleh kondisi cuaca Australia yang ekstrem.
4.      Faham determinisme iklim yang menghubungkan antara iklim dan gaya hidup yang berkembang di Australia mengarah kepada rasisme.

Daftar Pustaka

Nicholls, Neville. 2003. Climate and culture connections in Australia. Melbourne : Bureau of Meteorology Research Centre
http://www.studyinaustralia.gov.au/Sia/id/LivingInAustralia/Geography (Diakses Pada tanggal 07 Des 2010, Oleh : Munawaroh)
http://www.dfat.gov.au/aii/publications/bab02/index.html (Diakses Pada tanggal 07 Des 2010, Oleh : Munawaroh)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...