Translate This !

Tuesday, November 24, 2009

Mengenal Ilmu Ukur Tanah


Dalam ilmu ukur tanah ada tiga unsur yang harus diukur di lapangan, yaitu: jarak antara dua titik, beda tinggi dan sudut arah. Pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur sederhana sering disebut dengan pengukuran secara langsung karena hasilnya dapat diketahui sesaat setelah selesai pengukuran. Sebagai contoh alat teesebut adalah pita ukur dan abney level.


Selain alat ukur sederhana terdapat alat lain yang digunakan untuk pengukuran di lapangan yang dikenal dengan tachnometre. Tachnometre merupakan suatu alat pengukuran cepat yang dilengkapi oleh paralatan optis, misalnya lensa sehingga dapat melakukan pengukuran secara optis, dengan dibantu oleh baak (staff) dengan berbagai bentuk sesuai dengan jenis alat. Sebagai contoh adalah compas survey, waterpass, dan theodolit.
Compas survey merupakan alat ukur tanah yang berfungsi untuk mengukur sudut ( horizontal maupun vertikal ) dan beda tinggi. Alat ini sebenarnya merupakan gabungan antara kompas dan abney level.
Untuk mengukur jarak dan beda tinggi antara dua titik atau lebih dengan ketelitian yang tinggi, digunakan alat ukur optis yang disebut dengan alat penyipat datar (waterpass). Alat penyipat datar yang sederhana terdiri dari sebuah teropong dengan garis bidik yang dapat dibuat horisontal dengan bantuan sebuah niveau tabung.
Pada prinsipnya Theodollit mempunyai fungsi yang sama dengan alat penyipat datar yaitu untuk mengukur jarak, sudut dan beda tinggi. Bedanya theodolit mempunyai dua sumbu, yaitu sumbu I (vertikal) dan sumbu II (horizontal). Dengan adanya sumbu horizontal, garis bidik/ teropong dapat digerakkan pada bidang vertikal. Dengan kata lain, theodolit mempunyai jangkauan yang lebih luas dari pada penyipat datar.
Pada dasarnya alat theodolit dibagi menjadi tiga bagian : bagian bawah, bagian tengah, dan bagian atas. Bagian bawah merupakan bagian yang statis yang terdiri dari tiga sekrup pendatar dan plat dasar. Plat dasar ini dalam penggunaannya dihubungkan dengan statis (kaki tiga). Sebuah niveau kotak melengkapi bagian ini untuk mengatur posisi alat supaya datar.
Bagian tengah terdiri atas sumbu vertikal. Pada bagian ini terdapat plat atau lingkaran horizontal berskala dan sepasang kaki yang berfungsi untuk menyangga sumbu kedua (sumbu mendatar). Sebuah niveau tabung terdapat pula pada bagian ini untuk mengoreksi posisi sumbu I.Bagian atas terdiri atas sumbu kedua atau sumbu horizontal, plat berbentuk lingkaran vertikal. Lingkaran vertikal berbentuk statis, tidak turut bergerak sesuai dengan gerakan teropong pada sumbu kedua.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...