Translate This !

Showing posts with label National Geographic. Show all posts
Showing posts with label National Geographic. Show all posts

Sunday, April 3, 2011

Pulau Daur Ulang, Solusi atau Ancaman baru ?

saya selalu ingat akan sebuah lelucon ketika kuliah :
"... manusia jumlahnya terus bertambah, sedangkan lahan jumlahnya tidak bertambah.. mungkin itu salah satu alasan kenapa di negara kita gak ada yang namanya menteri perluasan wilayah..." dan gelak tawapun membahana.

Thursday, March 17, 2011

Green Tips : METALS vs BANANA

Banana peels are no longer just for composting or comedy shows: New science shows they can pull heavy metal contamination from river water.

  vs

Wednesday, March 9, 2011

Forests : Keeping Our Water Clean

Want Water? Keep FOREST! Clean water is the main basis for human needs for drinking and domestic activities such as washing, bathing, and others. Then, from which we can obtain clean water, especially natural water (taken directly from nature without any treatment)? The answer is simple, that is derived from the springs.Springs originally from? Originally it is from rain catchment areas, namely forest. The existence of this forest is very important for the availability of clean water, so the World Resources Institute proposed forest guard in the provision of clean water for the long term. 


Monday, February 28, 2011

Sea Level Rise

Core samples, tide gauge readings, and, most recently, satellite measurements tell us that over the past century, the Global Mean Sea Level (GMSL) has risen by 4 to 8 inches (10 to 20 centimeters). However, the annual rate of rise over the past 20 years has been 0.13 inches (3.2 millimeters) a year, roughly twice the average speed of the preceding 80 years. 

Friday, February 25, 2011

"Faceless" Indus Valley City Puzzles Archaeologists


The Indus Valley civilization was entirely unknown until 1921, when excavations in what would become Pakistan revealed the cities of Harappa and Mohenjo Daro (shown here).
This mysterious culture emerged nearly 4,500 years ago and thrived for a thousand years, profiting from the highly fertile lands of the Indus River floodplain and trade with the civilizations of nearby Mesopotamia.

The Moon

Photograph courtesy NASA/JPL
With volcanoes, frozen oceans, and methane seas, moons are often much more than balls of rock circling a body other than the sun. In fact, the only definitive thing that separates many moons from planets like the Earth and Mars is what they revolve around. Planets circle the sun; moons circle the things that circle the sun—planets, dwarf planets, and other so-called small solar system bodies. Otherwise, moons are diverse and fascinating worlds unto their own.

Historic HANDSHAKE Ever

Photograph by Robert Markowitz and Bill Stafford, NASA
Astronauts of the future, meet your competition: When the space shuttleDiscovery launches later today, Robonaut 2 (R2)—seen above on the left—will become the first humanoid robot in space.

R2 is bound for the International Space Station, and scientists will spend a year simply studying how well the robot moves in zero G. Once mission managers are satisfied, the android will be assigned one of its first tasks: house cleaning.

Asteroid, "Taksi" tujuan MARS

Asteroid Belt
Studi terbaru menemukan bahwa para penjelajah angkasa di masa mendatang bisa mencapai planet merah Mars dengan "membonceng" asteroid. Mereka akan berkendara di sisi sebelah dalam asteroid. 

Mendaratkan pesawat luar angkasa di landasan batu asteroid ditinjau dapat menyiasati masalah utama setiap kali misi menuju Mars, yakni perlindungan dari sinar kosmik ataupun partikel-partikel berenergi tinggi yang banyak berkeliaran dengan kecepatan cahaya di luar angkasa.

Siput Bisa Monitor Polusi Udara

Snail (Sumber : NGI Online)
Siput, hewan yang lambat, berlendir dan bahkan terkadang menjijikan ini ternyata bisa jadi sangat bermanfaat buat lingkungan. Perusahaan air di St. Petersburg, Rusia, menggunakan enam siput sebesar tikus untuk memonitor emisi yang dihasilkan oleh tempat pembakaran limbah.

Kesehatan siput dipantau. Kondisi siput yang menurun menandai kalau adanya residu berbahaya yang dihasilkan oleh limbah. "Mereka adalah kontrol ketat kami. Sekarang kami memperhatikan siput sepanjang waktu," kata Olga Rublevskaya, direktur perusahaan pembuangan air di Vodokanal.

TwinSat si PERAMAL GEMPA

Gempa Selandia Baru, 2011
Bencana gempa bumi tak akan berhenti selagi bumi masih berputar. Oleh karena itu, kita yang tinggal di kerak bumi yang dinamis harus senantiasa siap siaga menghadapi ancaman gempa bumi yang bisa datang kapan saja. Telah banyak usaha yang dilakukan oleh manusia untuk "mengakali" gempa agar dampak kerugiannya bisa diminimalisir. Salah satu caranya adalah dengan membuat satelit "peramal gempa".

Tuesday, February 22, 2011

Fosil dari Periode Geologi Tertua ternyata ADA DI CHINA !

Ilustrasi Fosil
Mungkin kita sering mendengar ungkapan "carilah ilmu sampai negeri China", dan ternyata istilah ini tidak sembarang ungkapan ! Kenapa ? Karena di negeri tirai bambu tersebut memiliki banyak misteri ilmu pengetahuan yang luar biasa. Seperti halnya berita terbaru yang dilansir oleh Nationnal Geographic Indonesia tentang penemuan spektakuler di China khususnya di bidang arkeologi tentang fosil tertua yang pernah ditemukan dari periode geologi tertua yang pernah diketahui manusia. Fosil yang berasal dari periode geologi tertua ditemukan di China Selatan. Sebagian besar belum dapat dipastikan klasifikasinya.

Mau Keliling Dunia ? Pake GOOGLE EARTH aja !

logo Google Earth
Aplikasi Google Earth pada awalnya dikenal sebagai Earth Viewer, yang diciptakan oleh sebuah perusahaan bernama Keyhole Inc. pada tahun 2004. Di tahun 2005, Earth Viewer diubah namanya menjadi Google Earth dan sudah bisa dioperasikan pada komputer personal yang menggunakan sistem operasi Windows dan MAC. Pada tanggal 12 Juni 2006 Google Earth untuk sistem operasi Linux dirilis. Untuuk versi terbaru Google Earth 6 dirilis November 2010. Versi terbaru ini berfokus pada penyediaan tampilan dari Google Earth yang lebih realistis.

Wednesday, January 26, 2011

TSUNAMIS : Killer Waves

Tsunami in Sendai, Japan (12/03/11)
A tsunami is a series of ocean waves that sends surges of water, sometimes reaching heights of over 100 feet (30.5 meters), onto land. These walls of water can cause widespread destruction when they crash ashore.
These awe-inspiring waves are typically caused by large, undersea earthquakes at tectonic plate boundaries. When the ocean floor at a plate boundary rises or falls suddenly it displaces the water above it and launches the rolling waves that will become a tsunami.
Most tsunamis, about 80 percent, happen within the Pacific Ocean’s “Ring of Fire,” a geologically active area where tectonic shifts make volcanoes and earthquakes common.
Tsunamis may also be caused by underwater landslides or volcanic eruptions. They may even be launched, as they frequently were in Earth’s ancient past, by the impact of a large meteorite plunging into an ocean.
Epicenter of Japan Earthquake (12/03/11)

Tsunamis race across the sea at up to 500 miles (805 kilometers) an hour—about as fast as a jet airplane. At that pace they can cross the entire expanse of the Pacific Ocean in less than a day. And their long wavelengths mean they lose very little energy along the way.
In deep ocean, tsunami waves may appear only a foot or so high. But as they approach shoreline and enter shallower water they slow down and begin to grow in energy and height. The tops of the waves move faster than their bottoms do, which causes them to rise precipitously.
A tsunami’s trough, the low point beneath the wave’s crest, often reaches shore first. When it does, it produces a vacuum effect that sucks coastal water seaward and exposes harbor and sea floors. This retreating of sea water is an important warning sign of a tsunami, because the wave’s crest and its enormous volume of water typically hit shore five minutes or so later. Recognizing this phenomenon can save lives.
A tsunami is usually composed of a series of waves, called a wave train, so its destructive force may be compounded as successive waves reach shore. People experiencing a tsunami should remember that the danger may not have passed with the first wave and should await official word that it is safe to return to vulnerable locations.
Some tsunamis do not appear on shore as massive breaking waves but instead resemble a quickly surging tide that inundates coastal areas.
The best defense against any tsunami is early warning that allows people to seek higher ground. The Pacific Tsunami Warning System, a coalition of 26 nations headquartered in Hawaii, maintains a web of seismic equipment and water level gauges to identify tsunamis at sea. Similar systems are proposed to protect coastal areas worldwide.

Published By : National Geographic
image by Photograph by Deshakalyan Chowdhury/AFP/Getty Images

Tuesday, January 18, 2011

KENAPA HUJAN BERAROMA ?

Oleh Alex Pangestu.

Kadang-kadang, orang bisa merasakan wewangian, seperti wangi rumput segar yang baru dipotong, setelah hujan. Apa yang menyebabkan wangi setelah hujan?

Ada beberapa hal yang bisa menyebabakan aroma hujan. Hal yang umum adalah uap minyak yang dikeluarkan oleh tanaman, bakteri, dan bahan kimia.

Bakteri yang menyebabkan aroma hujan adalah Actinomycetes, sebuah bakteri berserabut yang hidup di tanah yang lembap dan hangat dan dapat dijumpai di berbagai negara di seluruh dunia. Ketika tanah mengering, bakteri menghasilkan spora. Ketika hujan, air yang menetes ke tanah membuat spora itu terangkat ke udara dan terhirup oleh manusia. Karena spora itu memiliki wangi yang khas, manusia yang menghirupnya pun merasakan aroma. Aroma yang dihasilkan bakteri ini akan sangat terasa ketika hujan diikuti oleh kondisi terik.

Wednesday, January 5, 2011

15 fakta mini di bidang sains

Tahukah kalau rambut beruang kutub itu transparan, bukan putih? Tahu jugakah kalau kulitnya hitam, bukan putih? Berikut ini adalah 15 fakta mini di bidang sains yang mungkin belum banyak diketahui orang.
  1. Bentuk air hujan tidak sama dengan bentuk air mata. Bentuk air hujan adalah bulat.
  2. Benda padat yang menyublim akan langsung berubah jadi gas, tidak perlu jadi cairan lebih dulu.
  3. Gorila tidur di sarang yang dibuat dari ranting-ranting pohon dan dedaunan. Jantan biasanya tidur di tanah, sementara betina tidur di sarang di atas pohon.
  4. Sampanye tidak mendesis karena mengandung karbon dioksida. Debu yang mendesis. Buktinya, ketika sampanye dituang ke gelas yang bersih dari molekul debu, tak akan ada desis.

Friday, December 31, 2010

Enam gerhana akan terjadi di 2011

Empat gerhana matahari sebagian dan dua gerhana bulan total akan terjadi di 2011. Kombinasi empat dan dua gerhana dalam satu tahun ini adalah peristiwa yang jarang terjadi.

Gerhana matahari sebagian pada 2011 akan terjadi pada 4 Januari, 1 Juni, 1 Juli, dan 25 November. Sedangkan gerhana bulan total akan terjadi pada 15 Juni dan 10 Desember. Kombinasi empat gerhana matahari dan dua gerhana bulan dalam setahun hanya akan terjadi enam kali sepanjang abad ke-21, yakni pada tahun 2011, 2029, 2047, 2065, 2076, dan 2094.

Monday, December 27, 2010

Bakteri Penyimpan Data ?

Peneliti dari Chinese University di Hong Kong berhasil menyimpan data bakteri E.coli. Dalam penelitian itu, data sebesar 90 gigabita (gigabyte) disimpan dalam 1 gram bakteri yang setara dengan 100 juta sel.

sumber : Renata Horvat/stock.schn
Data yang disimpan dapat dienkripsi--diacak sehingga tidak dapat dibaca tanpa memasukkan semacam kata sandi. Proses enkripsi terjadi secara alami akibat rekombinasi genetik di sel bakteri. Meskipun terjadi secara alami, para ilmuwan tetap mengontrol enkripsi dengan mencatat faktor yang menentukan enkripsi.

Sunday, December 19, 2010

20-21 Desember 2010 : GERHANA BULAN

Kawasan Amerika Utara dan Tengah dapat melihat gerhana total 20-21 Desember, tapi hanya sejumlah wilayah Indonesia yang dapat melihat gerhana bulan sebagian. Para peneliti memprediksi saat gerhana terjadi, bulan akan telrihat sangat merah, karena terpengaruh debu vulkanik letusan gunung api yang memenuhi atmosfer bumi.

Monday, November 15, 2010

10 Fakta Efek Rumah Kaca

Dalam bukunya yang berjudul What are Global Warming and Climate Change? Answers for Young Readers, Chuck McCuthcheon mendaftarkan 10 fakta tentang efek rumah kaca. Ini fakta-faktanya.

  1. Dari 900 artikel tentang perubahan iklim yang terbit antara 1993 sampai 2003, tidak ada yang mendebat pendapat kalau manusia adalah salah satu penyebab utama pemanasan global.
  2. Dalam 50 tahun terakhir, suhu Alaska meningkat 5,5 derajat Fahrenheit atau 14,72 derajat Celcius.

Friday, November 12, 2010

Indonesia, Awal dari peradaban dunia ?

Hasil riset yang menyimpulkan bahwa Indonesia sebagai induk peradaban dunia mendapat sorotan para peneliti di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) langsung merespon temuan Profesor Stephen Oppenheimer, seorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari Oxford University, Inggris tersebut sebagai bahan perdebatan yang menarik untuk diungkapkan kepada publik.
Dr. Hery Harjono, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI, mengungkapkan bahwa menarik untuk mencermati penelitian yang menyebutkan Indonesia merupakan awal peradaban dunia. Analisis yang sering dikenal sebagai Teori Oppenheimer tersebut tertuang dalam buku karangannya berjudul "Eden in the East".
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...