Translate This !

Showing posts with label geologi. Show all posts
Showing posts with label geologi. Show all posts

Friday, May 2, 2014

MUD VOLCANOES

Definisi
Mud volcano didifinisikan sebagai endapan lumpur yang mempunyai densiti lebih ringan dari batuan sekitarnya, mobilitas tinggi, naik kepermukaan melalui bidang lemah sebagai konduit baik berupa sesar sera rekahan-rekahan dan membentuk kerucut seperti gunung api dengan ketinggian berkisar dari 17-30 meter. Sebelum munculnya istilah endapan lumpur (mud volcano), masyarakat setempat di Pulau Timor yang kaya akan gunung api lumpur di Indonesia, menyebutkan sebagai ‘poton’. Sebaliknya, nama mud volcano dapat disebut sesuai dengan lokasi di mana mereka tersingkap (misalnya lusi-lumpur Sidoarjo, lapindo, dll)

Thursday, March 20, 2014

Volcanic Landforms and Processes

Whats the different between volcanism and volcanoes?

Fig. 1

Volcanism is the process by which magma and associated gases rise onto the Earth's crust and are extruded on the earth's surface or in the atmosphere. And Volcanoes is the surface manifestations of volcanism. Global pattern of volcanism are related to plate boundaries (active seismic regions)(Fig 1). The type of volcanic activity depemds mainly on the type of plate boundary. The shape and dimensions of a volcano depend mainly on the eruption type. (see the image below)

Tuesday, February 22, 2011

Fosil dari Periode Geologi Tertua ternyata ADA DI CHINA !

Ilustrasi Fosil
Mungkin kita sering mendengar ungkapan "carilah ilmu sampai negeri China", dan ternyata istilah ini tidak sembarang ungkapan ! Kenapa ? Karena di negeri tirai bambu tersebut memiliki banyak misteri ilmu pengetahuan yang luar biasa. Seperti halnya berita terbaru yang dilansir oleh Nationnal Geographic Indonesia tentang penemuan spektakuler di China khususnya di bidang arkeologi tentang fosil tertua yang pernah ditemukan dari periode geologi tertua yang pernah diketahui manusia. Fosil yang berasal dari periode geologi tertua ditemukan di China Selatan. Sebagian besar belum dapat dipastikan klasifikasinya.

Friday, February 4, 2011

SEJARAH TEKTONIK PULAU JAWA (III)

Masih membahas tentang sejarah tektonisme pulau jawa, evolusi tektonik tersier pulau jawa memasuki periode Eosen (Periode Ekstensional /Regangan). Periode ini terjadi Antara 54 jtl – 45 jtl (Eosen), dimana di wilayah Lautan Hindia terjadi reorganisasi lempeng ditandai dengan berkurangnya secara mencolok kecepatan pergerakan ke utara India. Aktifitas pemekaran di sepanjang Wharton Ridge

SEJARAH TEKTONIK PULAU JAWA (II)

Evolusi Tektonik Tersier Pulau Jawa
Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Busur Sunda yang mempunyai sejarah geodinamik aktif, yang jika dirunut perkembangannya dapat dikelompokkan menjadi beberapa fase tektonik dimulai dari Kapur Akhir hingga sekarang.

Thursday, February 3, 2011

SEJARAH TEKTONIK PULAU JAWA

Pemekaran Lantai Samudera Hindia
Pulau Jawa berada di tepi tenggara Daratan Sunda (Sundaland). Pada Daratan Sunda ini terdapat dua sistem gerak lempeng; Lempeng Laut Cina Selatan di utara dan Lempeng Samudera Hindia di selatan. Lempeng Laut Cina Selatan bergerak ke tenggara sejak Oligosen (Longley, 1997), sedangkan Lempeng Samudera Hindia yang berada di selatan bergerak ke utara sejak Mesozoikum dan menunjam ke bawah sistem busur kepulauan Sumatra dan Jawa (Liu dkk., 1983). 

Wednesday, February 2, 2011

Satuan Batuan Paleogen (Eosen) Perbukitan Jiwo - Bayat

Masih membahas satuan batuan di Perbukitan Jiwo, Bayat., Satuan batuan paleogen Menumpang secara tidak selaras di atas satuan batuan Pra- Tersier adalah Formasi Wungkal-Gamping yang berumur Eosen Tengah dan terdiri dari konglomerat, batupasir kuarsa, batugamping numulit, dan batulempung.

Satuan Batuan Pra-Tersier Perbukitan Jiwo - Bayat

Perbukitan Jiwo, Bayat oleh peneliti terdahulu diinterpretasikan memiliki tatanan tektonik mirip dengan daerah Luk Ulo, Karangsambung (Asikin, 1974; Hamilton, 1979). Beberapa peneliti telah melakukan kajian geologi secara umum di daerah ini, diantaranya Bothe (1929), Van Bemmelen (1949), Sumosusastro (1956),

Geologi Daerah Perbukitan Jiwo – Bayat

Daerah Bayat terletak sekitar 45 Km tenggara Yogyakarta. Di daerah Bayat kelompok batuandasar Pra-Tersier yang tersingkap terdiri dari filit, sekis mika, dan marmer. Umur komplek batuandasar ini belum diketahui. Sebaran batuan Pra-Tersier di Bayat yang terdapat di Perbukitan Jiwo terbagi dua oleh aliran K. Dengkeng,

Saturday, January 29, 2011

Geologi : Asal Usul Danau Toba

Danau toba sesungguhnya berasal dari sebuah letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi 73 ribu tahun lalu. Letusan Toba ini adalah yang ketiga, dua letusan sebelumnya sudah pernah terjadi dalam jangka waktu 1 juta tahun. Letusan Toba yang

Sunday, January 23, 2011

Faktor Pembentuk Tanah

Menurut Jenny (1941): 5 Faktor yang mempengaruhi Proses Pembentukan Tanah (Genesis) dan Perkembangan Tanah (Differensiasi Horison), yaitu:

1. Bahan Induk (b) = Batuan Beku, B.Sedimen, B.Metamorf, Bhn.Organik; (mempengaruhi perbedaan dari sifat kimia dan sifat fisik tanah)

2. Iklim (i) = curah hujan dan suhu (temperatur)
3. Organisme (o) atau Jasad Hidup (h) = Tumbuhan & Hewan
4. Relief (r ) atau Topografi (t) : Kecuraman Lereng
5. Waktu (w) = Tingkat Perkembangan (muda, dewasa, tua) dan Umur (dalam tahun)

Definisi Tanah

Horison Tanah
Pendekatan Geologi (Akhir Abad XIX)
Tanah: adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus). 


Pendekatan Pedologi (Dokuchaev 1870)

Pendekatan Ilmu Tanah sebagai Ilmu Pengetahuan Alam Murni. Kata Pedo =i gumpal tanah.
Tanah: adalah bahan padat (mineral atau organik) yang terletak dipermukaan bumi, yang telah dan sedang serta terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor: Bahan Induk, Iklim, Organisme, Topografi, dan Waktu. 

Saturday, January 22, 2011

THE GLOBAL TECTONIC AND CLIMATIC SYSTEMS

Written By : Richard John Hugget on Fundamental of Geomorphology

Since the 1990s, geomorphologists have come to realize that the global tectonic system and the world climate system interact in complex ways. The interactions give rise to fundamental changes in atmospheric circulation patterns, in precipitation, in climate, in the rate of uplift and denudation, in chemical weathering, and in sedimentation (Raymo and Ruddiman 1992; Small and Anderson 1995; Montgomery et al. 2001). The interaction of large-scale landforms, climate, and geomorphic processes occurs in at least three ways – through the direct effect of plate tectonic process upon topography (p. 108–15), through the direct effect of topography upon climate (and the effects of climate upon uplift), and through the indirect influence of topography upon chemical weathering rates and the concentration of atmosphere carbon dioxide.

Monday, January 17, 2011

GEOMORFOLOGI PAPUA

Secara fisiografis Pulau Papua atau lebih dikenal Irian Jaya dari utara ke selatan di bagi ke dalam lima unit sebagai berikut (Van Bemmelen, 1949) :
  1. Pantai utara yang merupakan batas selatan blok melanesia
  2. Trough Memberamo-Bewani yang terletak antara batas selatan MElanesia dengan pegunungan di selatannya. Depresi geosinklin ini membentang dari pantai Waaropen sampai ke Matapau di timur.

TEKTONISME PAPUA

Secara umum terbentuknya Papua dipengaruhi oleh tiga lempeng yang dominan yaitu lempeng benua Australia di bagian selatan dan lempeng pasifik di bagian utara sebelah barat dan lempeng Eurasia di utara. Pulau Papua awalnya diperkirakan merupakan semenanjung utara Australia namun karena adanya pergerakan lempeng benua Australia yang bergeser ke utara mendekati Asia kira – kira 45 juta tahun yang lalu memungkinkan membanjirnya lautan ke daratan sehingga sejak saat itu hubungan Papua dan Australia menjadi terpisah. 

TATAAN TEKTONIK DAN SEJARAH KEGEMPAAN PALU, SULAWESI TENGAH

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
E-mail: daryono@bmkg.go.id


Gambar 1.
GEMPABUMI tektonik berkekuatan 5,3 pada skala richter (SR) mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/1/2011) pukul 16.15 WITA (Gambar 1). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situsnya menyebutkan, pusat gempabumi terletak pada 0,85 Lintang Selatan dan 119,78 Bujur Timur. Gempabumi yang tidak berpotensi tsunami itu terjadi di kedalaman 23 kilometer dengan jarak 9 kilometer arah barat laut Kota Palu. 

Friday, January 14, 2011

What is karst?

Karst Morphology
Karst is the German form of the Indo-European word kar, which means rock. The Italian term is carso, and the Slovenian kras. In Slovenia, kras or krÅ¡ means ‘bare stony ground’ and is also a rugged region in the west of the country. In geomorphology, karst is terrain in which soluble rocks are altered above and below ground by the dissolving action of water and that bears distinctive characteristics of relief and drainage (Jennings 1971, 1).

WEATHERING: SEDIMENT PRODUCTION

Weathering debris
Weathering acts upon rocks to produce solid, colloidal, and soluble materials. These materials differ in size and behaviour (Gerrard, 2007):


1 Solids range from boulders, through sand, and silt, to clay (Table 3.1). They are large, medium, and small fragments of rock subjected to disintegration and decomposition plus new materials, especially secondary clays built from the weathering products by a process called neoformation. At the lower end of the size range they grade into pre-colloids, colloids, and solutes.

ROCKS AND MINERALS

The average composition by weight of chemical elements in the lithosphere is oxygen 47 per cent, silicon 28 per cent, aluminium 8.1 per cent, iron 5.0 per cent, calcium 3.6 per cent, sodium 2.8 per cent, potassium 2.6 per cent, magnesium 2.1 per cent, and the remaining eighty-three elements 0.8 per cent. These elements combine to form minerals. The chief minerals in the lithosphere are feldspars (aluminium silicates with potassium, sodium, or calcium), quartz (a form of silicon dioxide), clay minerals (complex aluminium silicates), iron minerals such as limonite and hematite, and ferromagnesian minerals (complex iron, magnesium, and calcium silicates). Ore deposits consist of common minerals precipitated from hot fluids. They include pyrite (iron sulphide), galena (lead sulphide), blende or sphalerite (zinc sulphide), and cinnabar (mercury sulphide). (Gerrard, 2007)

Tuesday, November 30, 2010

Teknik Pengukuran Tingkat Pelapukan Batuan

Tingkat erosi tanah yang terjadi di sesuatu daerah dapat ditentukan berdasarkan kriteria tingkat erosi yang telah dibuat oleh Kevie, (1976) dalam Zuidam, (1978). Cara penentuannya berdasarkan Tabel 2.3. dan Tabel 2.4 berikut ini.

Tabel 2.3. Kriteria Penentuan Tingkat Erosi Lembar
Tingkat
Kriteria
Tidak ada erosi
Tidak adanya erosi, horizon A berkembang baik
Ringan
Horizon A sebagian tererosi, alat-alat pertanian dapat mencapai

horizon dibawahnya
Sedang
Horizon A  amat tipis,  muncul permukaan horizon di bawahnya
Berat
Tanpa horizon A, sebagian horizon dibawahnya tererosi
Sumber : Kevie, (1976) dalam Zuidam, (1978)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...