Translate This !

Showing posts with label hidrologi. Show all posts
Showing posts with label hidrologi. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

Morfometri DAS dan Bangkitan Hidrograf Satuan Sintetik

Daerah aliran sungai (DAS) merupakan daerah dimana semua aliran airnya mengalir ke dalam suatu sungai dan dibatasi oleh topografi yang ditetapkan berdasarkan aliran permukaan bukan berdasarkan aliran bawah tanah (Sri Harto, 1993). Aliran permukaan yang dijadikan sebagai batas DAS ini didasari oleh  aliran bawah permukaan tanah sulit ditetapkan karena sifatnya yang dinamis. (Putro, et al. 2003). Sherman (1932) dalam Sri Harto (1993) mengemukakan bahwa dalam suatu sistem DAS terdapat suatu sifat khas yang menunjukkan sifat tanggapan DAS terhadap suatu masukan tertentu. Yang dimaksud masukkan disini tentunya adalah air hujan yang jatuh di DAS.

Monday, February 7, 2011

ANALISIS KUALITAS AIR DANAU

Danau
Pengumpulan air dalam danau, rawa atau waduk dapat mempengaruhi kualitas airnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan antara lain oleh perbedaan kecepatan, lamanya waktu yang diperlukan untuk menahan air. Beberapa perubahan yang menguntungkan akibat dari pengumpulan air adalah pengurangan kandungan bahan organik, penurunan kekeruhan dan pengurangan kesadahan (kandungan kalsium dan magnesium).

PEMETAAN DASAR DANAU

Profil dasar danau
Pemetaan dasar danau/rawa/waduk mempunyai beberapa manfaat, antara lain adalah bila pemetaan dilakukan secara berturutan datanya akan dapat digunakan dalam memperkirakan laju sedimentasi danau/rawa/waduk. Dari data laju sedimentasi, pada akhirnya dapat ditentukan umur dari ketiga tubuh perairan (water body) tersebut.

Morfometri Danau

Morfometri danau
Penentuan morfometri danau merupakan salah aspek penting dalam kajian limnologi. Hasil pengukuran morfometri digunakan untuk menjelaskan fenomena limnologi, seperti morfologi danau dan massa air di dalamnya serta produktivitas biologi danau. Morfometri danau yang penting untuk diketahui adalah sebagai berikut : 

Friday, January 28, 2011

RAIN WATER HARVESTING AND ARTIFICIAL RECHARGE TO GROUND WATER

WHAT IS RAIN WATER HARVESTING ?

The principle of collecting and using precipitation from a catchment surface. An old technology is gaining popularity in a new way. Rain water harvesting is enjoying a renaissance of sorts in the world, but it traces its history to biblical times. Extensive rain water harvesting apparatus existed 4000 years ago in the Palestine and Greece. In ancient Rome, residences were built with individual cisterns and paved courtyards to capture rain water to augment water from city's aqueducts. As early as the third millennium BC, farming communities in Baluchistan impounded rain water and used it for irrigation dames, build of stone rubble, were found in Baluchistan and Kutch in Gujarat in India.

ARTIFICIAL RECHARGE TO GROUND WATER

Artificial recharge to ground water is a process by which the ground water reservoir is augmented at a rate exceeding that obtaining under natural conditions of replenishment. Any man-made scheme or facility that adds water to an aquifer may be considered to be an artificial recharge system.

Wednesday, January 26, 2011

Water cycle

Water Cycle

The hydrosphere – the surface and near-surface waters of the Earth – is made of meteoric water.The water cycle is the circulation of meteoric water through the hydrosphere, atmosphere, and upper parts of the crust. It is linked to the circulation of deep-seated juvenile water associated with magma production and the rock cycle. Juvenile water ascends from deep rock layers through volcanoes, where it issues into the meteoric zone for the first time. On the other hand, meteoric water held in hydrous minerals and pore spaces in sediments, known as connate water, may be removed from the meteoric cycle at subduction sites, where it is carried deep inside the Earth.

Thursday, January 13, 2011

PROBABLE MAXIMUM PRECIPITATION (PMP)

Curah hujan merupakan salah satu unsur iklim yang sangat penting dan merupakan bagian dari daur hidrologi yang tidak terpisahkan ( Asdak, 2007). Hujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi yang memiliki karakteristik seperti antaranya adalah intensitas, durasi, kedalaman, dan frekuensi. (Suroso, 2004). Karakteristik hujan tersebut mempunyai sifat yang sangat fundamental untuk berbagai keperluan perencanaan ataupun pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan hidrologi seperti erosi tanah, banjir, irigasi, kekeringan dan ketersediaan air. (Asdak, 2007). 


Tuesday, November 16, 2010

PENENTUAN DEBIT BANJIR DENGAN BANGKITAN HIDROGRAF SATUAN TERUKUR DAN HSS GAMA I SERTA PENENTUAN KONDISI BANJIR

1. Penentuan debit banjir dengan metode bangkitan Hidrograf Satuan Terukur
Apabila data hujan dari suatu wilayah ada, maka hasil dari analisis frekuensi dan IDF dapat dipakai untuk rancangan banjir kala ulang tertentu (misal 21,895 jam pada jam ke 1 dan 21,89 pada jam ke 2). Namun karena pada daerah Bogowonto dan Sembung tidak ada data aliran, maka kita menggunakan perhitungan dari contoh soal Sujono (1997) untuk banjir 30 mm pada jam ke 1 dan 20 mm pada jam ke 2).

Friday, April 9, 2010

Apa sih POTAMOLOGI itu ??

Dalam ruang lingkup ilmu hidrologi, ada cabang ilmu yang dinamakan Potamologi. Sebenarnya, apa sih arti dari potamologi itu ?

menurut dosen saya, Pak Suyono (2006) Potamologi adalah bagian dari ilmu hidrologi yang khusus mempelajari tentang aliran permukaan (runoff). Kajiannya ditekankan pada proses runoff, faktor-faktor yang mempengaruhi runoff, distribusi runoff menurut ruang dan waktu, pengukuran runoff dan analisis data runoff untuk mengembangkan teori tentang runoff baik untuk pengembangan ilmunya maupun untuk menyelesaikan masalah praktis seperti masalah banjir dan penyediaan air sungai.
Jadi, pada intinya, Potamologi ini adalah ilimu yang mempelajari semua tentang sungai.


Proses Run-off ini adalah bagian dari hujan (hujan dikurangi oleh evapotranspirasi dan kehilangan air lainnya) yang mengalir dalam alur sungai karena gaya gravitasi. Komponen run-off sendiri diantaranya :


1. Overlandflow, yaitu air hujan setleh dikurangi infiltrasi dan kehilangan air lainnya, air tersebut mengalir diatas permukaan tanah menuju alur sungai. Besar kecilnya aliran ini dipengaruhi oleh: a) sifat hujan (jumlah, lama hujan, intensitas, frekwensi ), b) Kemiringan tanah, c) sifat tanah (tekstur dan struktur tanah), d) penutupan tanah (tanah terbuka, tanah ada bangunan kedap air, jenis dan kerapatan vegetasi), e) cekungan-cekungan dipermukaan tanah (surface depression) dan f) lengas tanah pada saat terjadi hujan.

2. Aliran antara (interflow dan throughflow) yaitu aliran air yang berasal dari air yang berada pada lapisan tanah tidak jenuh air yang muncul kepermukaan lereng dan mengalir menuju alur sungai, pemunculannya disebut rembesan (seepage).Rembesan ini banyak terjadi pada waktu musim hujan, Pada waktu musim kemarau yang panjang jarang dijumpai seepage karena simpanan lengas tanah sangat kurang.

3. Aliran dasar (baseflow) yaitu aliran air yang berasal dari airtanah (groundwater) yang ada dalam akuifer disekitar alur sungai, muncul pada alur sebagai matair (spring) yang selanjutnya disebut aliran dasar. Besar kecilnya aliran dasar tergantung dari simpanan airtanah dalam tanah dalam akuifer (jenis materi dan volume akuifer).

Wednesday, April 7, 2010

Tabel Komposisi Limbah Cair Kegiatan Domestik

Parameter
Unit
Konsentrasi
Berat
Sedang
Rendah
1.       Padatan Total
2.       Padatan Terlarut
a.       Fixed
b.      volatile
3.       Padatan tersuspensi
c.       Fixed
d.      volatile
4.       Settleable Solids
5.       BOD
6.       TOC
7.       COD
8.       Toral Nitrogen
a.       Nitrogen Organik
b.      Amonia Bebas
c.       Nitrit
d.      Nitrat
9.       Totan Fosfor
a.       Fosfor Organik
b.      Fosfor anorganik
10.   Klorida
11.   Alkalinitas
12.   Grease
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter
mg/liter CaCO3
mg/liter
1200
850
525
325
350
75
275
20
300
200
1000
85
35
50
0
0
20
5
15
100
200
150
700
500
300
200
200
50
150
10
200
135
500
40
15
25
0
0
10
3
7
50
100
100
350
250
145
105
100
30
70
5
100
65
250
20
8
12
0
0
6
2
4
30
50
50

Tabel. Komposisi Limbah Cair
Kegiatan Domestik (Tachobanoglous and Burton, 1991)

Monday, April 5, 2010

Daerah aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu wilayah kesatuan ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan penyalur air, sedimen dan unsur hara dalam sistem sungai dan mengeluarkannya melalui outlet tunggal. Daerah Aliran Sungai merupakan suatu rumah tangga dari sistem jaringan sungai yang di dalamnya terjadi interaksi antar berbagai komponen lingkungan (abiotik, biotik dan budaya) yang membentuk satu kesatuan ekosistem.

Daerah aliran sungai (DAS) atau daerah pengaliran sungai (DPS), padanan kata dalam bahasa asingnya adalah river basin, drainage basin, cacthment area, watershed. DAS adalah suatu wilayah yang merupakan kesatuan ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografis dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan dan penyalur air, sedimen, unsur hara melalui sistem sungai, megeluarkannya melalui outlet tunggal. (Sudjarwadi,1985). Memperhatikan keadaan lapangan, DAS dapat dipandang sebagai:

  1.  Bentanglahan (landscape) yang dibatasi oleh pemisah topograf; sebagai bentang lahan mempunyai fungsi keruangan, produksi dan habitat.
  2.  Kesatuan ekosistem, tempat berlangsunganya interaksi, interdependensi dan interrelasi komponen-komponen lingkungan.
  3.  Sistem hidrologis, sebagai suatu sistem ada masukan berupa hujan, proses dan keluaran berupa runoff, sedimen, uap air serta unsur hara.
Gambar 1.1. menunjukkan blok diagram suatu bentang lahan, di dalamnya nampak ada lembah, sistem sungai, pegunungan dan igir pegunungan. Igir pegunungan membatasi sistem sungai, batas tersebut disebut river divide. Sistem sungai terbagi menjadi 3 bagian yaitu: daerah upstream (berupa daerah pegunungan dan perbukitan) yang merupakan daerah sumber runoff dan sedimen; 2) daerah down stream (berupa dataran) yang merupakan daerah transfer runoff dan sedimen; 3) daerah estuary (daerah pertemuan aliran sungai dengan laut) pada umumnya berupa delta sungai.

Gambar 1.1

Gambar 1.2. Peta Kontur elevasi dan batas DAS (Linsley, 1949)





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...