Translate This !

Showing posts with label bentuk lahan. Show all posts
Showing posts with label bentuk lahan. Show all posts

Thursday, March 31, 2011

Pembuatan Peta Satuan Lahan

Satuan lahan adalah bagian dari  lahan yang mempunyai karakteristik yang spesifik. Sembarang bagian dari lahan yang menggambarkan karakteristik lahan yang jelas dan nyata, tidak peduli bagaimana caranya dalam membuat batas-batasnya, dapat dipandang sebagai satuan lahan untuk evaluasi lahan. Namun demikian evaluasi lahan akan lebih mudah dilakukan apabila satuan lahan didefinisikan atas  kriteria0kriteria karakteristik lahan yang digunakan dalam evaluasi lahan. (FAO, 1990).

Friday, February 25, 2011

PERIGLACIAL ENVIRONMENTS

The term ‘periglacial’ was first used by Polish geomorphologist Walery von Lozinzki in 1909 to describe frost
weathering conditions in the Carpathian Mountains of Central Europe. In 1910, the idea of a ‘periglacial zone’
was established at the Eleventh Geological Congress in Stockholm to describe climatic and geomorphic conditions in areas peripheral to Pleistocene ice sheets and glaciers.

Thursday, January 27, 2011

Bentuklahan Solusional (Karst)

Ini dia berbagai mecam bentukan hasil proses solusional yang di sebut eksokarst :

  • Karst Tower
Barisan Karst Tower di China
ciri : Mempunyai lereng yang curam-terjal dan mempunyai bentukan seperti tower/menara yang curam sampai tegak dan terpisah satu dengan yang lainnya, materi penyusunnya batu gamping, merupakan bentukan sisa pelarutan batuan CaCO3.

Wednesday, January 26, 2011

SURVEY AND GEOMORPHOLOGICAL MAPPING

Survey and Geomorphological Mapping in Southwestern Slopes of the Structural hills  at Sumberharjo Village, Sleman.


        

Survey dan pemetaan geomorfologi sangatlah penting untuk bisa mendeskripsikan secara genetis bentuklahan dan proses-proses yang terjadi di masa lalu maupun masa sekarang dan hubungannya dengan bentuklahan dalam susunan keruangan. (Van Zuidam, 1979). Hal ini dimaksudkan agar pembangunan dan pengembangan suatu wilayah dapat berjalan secara efisien dan sesuai dengan syarat-syarat kelestarian lingkungan. (Dibyosuprapto, 2001).

Tuesday, January 18, 2011

GEOMORPHOLOGY OF SULAWESI ( Celebes)

Geomorphology of Sulawesi (celebes)
The island of Sulawesi has a different shape with the other islands. If seeing arcs surrounding the Asian Continent, then the direction toward Asia, but it leadsto theisland of Sulawesi has a shape That precisely its direction toward the facing the Asian and open to the Pacific, therefore Sulawesi Often called pattern inverted or theinverted arc patterned.


Sulawesi Island is located in the transitional zone between the shallow Sunda andSahul shallow and surrounded by deep sea. North section bounded by Basin Sulawesi (5000 - 5500 meters). In the East and Southeast Asia is limited by the Banda SeaBanda Sea north and south with depths reaching 4500 - 5000 m. As for the western part of Trench bounded by Napier (2000-2500m).

Most of the area consists of mountains and low level that there are sporadic, especiallyalong the coast there. Lowlands are relatively wide and is densely populated section of South arm.

Monday, January 17, 2011

GEOMORFOLOGI PAPUA

Secara fisiografis Pulau Papua atau lebih dikenal Irian Jaya dari utara ke selatan di bagi ke dalam lima unit sebagai berikut (Van Bemmelen, 1949) :
  1. Pantai utara yang merupakan batas selatan blok melanesia
  2. Trough Memberamo-Bewani yang terletak antara batas selatan MElanesia dengan pegunungan di selatannya. Depresi geosinklin ini membentang dari pantai Waaropen sampai ke Matapau di timur.

Saturday, January 15, 2011

CAVE TOURISM

Greates cave in Vietnam
Some 20 million people visit caves every year. Mammoth Cave inKentucky, USA, alone has 2 million visitors annually. Great Britain has some 20 showcaves, with the most-visited receiving over 500,000 visitors every year. About 650 caves around the world have lighting systems, and many others are used for ‘wild’ cave tours where visitors carry their own lamps. Tourists damage caves and karst directly and indirectly through the infrastructure built for the tourists’ convenience – car parking areas, entrance structures, paths, kiosks, toilets, and hotels. The infrastructure can lead to hydrological changes within the cave systems. 

Friday, January 14, 2011

What is karst?

Karst Morphology
Karst is the German form of the Indo-European word kar, which means rock. The Italian term is carso, and the Slovenian kras. In Slovenia, kras or krš means ‘bare stony ground’ and is also a rugged region in the west of the country. In geomorphology, karst is terrain in which soluble rocks are altered above and below ground by the dissolving action of water and that bears distinctive characteristics of relief and drainage (Jennings 1971, 1).

Thursday, December 9, 2010

MIND-MAP PENYUSUNAN SATUAN BENTUKLAHAN


Menurut Strahler (1983), bentuklahan adalah konfigurasi permukaan lahan yang dihasilkan oleh proses alam. Lebih lanjut Whitton (1984) menyatakan bahwa bentuklahan merupakan morfologi dan karakteristik permukaan lahan sebagai hasil interaksi antara proses fisik dan gerakan kerak dengan geologi lapisan permukaan bumi. Berdasarkan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa bentuklahan merupakan bentang permukaan lahan yang mempunyai relief khas karena pengaruh kuat dari struktur kulit bumi dan akibat dari proses alam yang bekerja pada batuan di dalam ruang dan waktu tertentu. Masing-masing bentuklahan dicirikan oleh adanya perbedaan dalam hal struktur dan proses geomorfologi, relief/topografi dan material penyusun (litologi).

Tuesday, November 30, 2010

Teknik Pengukuran Profil Lereng

G.1. Profil Baseline 217 NE Batu Belah, Parangtritis

        Lereng terbantuk oleh intreaksi antara dua pengaruh yaitu pengaruh internal (jenis dan sikap kedudukan batuan, tanah, vegetasi) dan pengaruh eksternal (proses denudasi, seperti pelapukan massa batuan dan erosi). Lereng memiliki parameter-parameter seperti kemiringan, panjang dan bentuk (cembung, cekung, atau lurus). Parameter-parameter lereng tersebut terbentuk sebagai akibat dari interaksi faktor internal dan eksternal tersebut di atas.

Geomorfologi : Bentuklahan Denudasional

G.1. Badland
Proses denudasi merupakan proses yang cenderung mengubah bentuk permukaan bumi yang disebut dengan proses penelanjangan. Proses yang utama adalah degradasi berupa pelapukan yang memproduksi regolit dan saprolit serta proses erosi, pengangkutan dan gerakan massa. Proses ini lebih sering terjadi pada satuan perbukitan dengan material mudah lapuk dan tak berstruktur. Proses degradasi menyebabkan agradasi pada lerengkaki perbukitan menghasilkan endapan koluvial dengan material tercampur. Kadang proses denudasional terjadi pula pada perbukitan struktur dengan tingkat pelapukan tinggi, sehingga disebut satuan struktural denudasional.

Bentuklahan Asal Proses Struktural (Vol. 2)

G.1. Sesar

Dalam berbagai hal bentuklahan struktural berhubungan dengan perlapisan batuan sedimen yang berbeda ketahanannya terhadap erosi. Bentuklahan lahan struktural pada dasarnya dibedakan menjadi 2 kelompok besar, yaitu struktur patahan dan lipatan. Kadang-kadang pola aliran mempunyai nilai untuk struktur geologis yang dapat dilihat dari citra.

Tuesday, November 16, 2010

Konsep Kepesisiran


Gunawan (2005) merumuskan definisi wilayah kepesisiran berdasarkan sudut pandang geomorfologi. Menurutnya, kepesisiran (coastal area) adalah bentanglahan yang dimulai garis batas wilayah laut (sea) yang ditandai oleh terbentuknya zona pecah gelombang (breakers zone) dan ke arah darat hingga pada suatu bentanglahan yang secara genetik pembentukannya masih dipengaruhi oleh aktivitas marin, seperti dataran aluvial kepesisiran (coastal aluvial plain). 

Wednesday, November 10, 2010

Morfologi MERBABU

Gunung Merbabu merupakan salah satu gunungapi strato volkano (gunungapi berlapis antara batuan lava dengan batuan piroklastika) di Pulau jawa yang letaknya secara astronomis terletak di  7°8' - 7°35'27" LS dan 110°1' - 110°26' BT.  Gunung ini memiliki ketinggian 3145 m dari permukaan air laut.  Kota kota terdekat dengan gunung ini yaitu Magelang, Salatiga dan Boyolali (merupakan ibu Kota Kabupaten).  

Tuesday, September 21, 2010

Geomorfologi : Bentuklahan Eolin

Kerja angin mempunyai 2 aspek, yaitu erosif dan akumulatif. Akumulatif seperti yang terjadi di daerah pantai berpasir sangat dipengaruhi oleh ukuran butir dari materialnya. Bentuk-bentuk gumuk pasir seperti barchan, parabolik, longitudinal dan transversal merupakan tipe gumuk pasir yang berkembang di bawah pengaruh aktivitas angin. Gumuk pasir merupakan akumulasi pasir lepas berupa gundukan dengan bentuk teratur.
            Umumnya gumuk pasir terbentuk pada pantai berpasir yang landai dan datar, ada angin yang berhembus dengan kecepatan tinggi, sinar matahari kontinyu, ada akumulasi pasir yang berasal dari sungai yang bermuara di situ, terdapat bukit penghalang di belakang pantai dan tumbuhan berupa spinifex lithorus, pandanus, calanthropus gigantae, ipomoa pescaprae dan kaktus.

            Beberapa ciri khusus antara lain berstruktur sedimen permukaan gelembur gelombang (ripple mark) akibat pergeseran butiran pasir pengaruh arah angin, perlapisan horisontal di bagian dalam, lapisan bersusun dan silang siur. Rona cerah, tekstur halus-seragam, pola teratur dan banyak sungai bermuara dan melebar akibat pertemuan dengan laut. Kadang terbentuk danau tapal kuda (“oxbow lake”), sungai berpindah dan akumulasi material pasir di depan tebing penghalang. 

Bentuklahan Asal Proses Marin

         Perbedaan utama untuk kenampakan bentukan dalam klas ini adalah antara pantai yang berbatu, bila terdapat tebing laut dan permukaan abrasi dengan pantai dataran rendah yang dijumpai bukit-bukit pantai dan swale atau denganpantai penghalang bar atau laguna. Pada zone yang berdelta, bentuk-bentuk marin berhubungan dengan bentuk-bentuk fluvial. Perubahan garis pantai yang berasal dari penimbunan dan abrasi dapat dipelajari dengan baik melalui interpretasi foto udara.

            Proses yang terjadi di daerah pantai, seperti pengendapan dari daratan dan laut, arus laut, ombak/gelombang, tektonik dan sebagainya menyebabkan perubahan pantai dan bentuk pantai yang berbeda-beda. Asosiasi alami bahwa pantai selalu terletak di bagian tepi dari kontinental. Secara umum material penyusunnya berupa pasir dengan segala ukuran tergantung sumber material sekitar dengan struktur horisontal, rona cerah, tekstur halus dan pola teratur-seragam. Vegetasi jarang sebatas mintakat pantai seperti pandanus, bakau dan beberapa jenis lainnya, permukiman jarang kecuali telah dimanfaatkan untuk kawasan pariwisata, relief datar dan proses utama adalah pengendapan membentuk bentukan-bentukan khas pantai seperti swale, laguna, bar, bukit pantai dan dataran aluvial pantai (coastal aluvial plain). Beberapa bentang alam pantai antara lain :
·         Dataran abrasi (Mda), yaitu suatu dataran hasil erosi gelombang laut yang menghancurkan dinding pantai;
·         Split (Msp), yaitu endapan pantai dengan suatu bagian tergabung dengan daratan dan bagian lainnya menjorok ke laut;
·         Tombolo (Mtb), yaitu suatau endapan tipis yang menghubungkan suatu pulau dengan daratan utama;
·         Bars (Mbr), yaitu hampir sama dengan split, tetapi bars menghubungkan “headland” satu dengan lainnya yang biasa terbentuk di muara sungai. Apabila di belakang bars terakumulasi endapan lanau (silt), maka akan terbentuk “mud flats”;
·         Beach (Mbc), yaitu dataran pantai yang tersusun oleh endapan pasir dan kerikil; dan Gumuk pasir pantai yang terbentuk pada pantai berpasir dengan aktivitas angin yang kuat membentuk bukit-bukit pasir di depan pantai (biasanya dimasukkan sebagai hasil proses angin).

Monday, September 20, 2010

Bentuklahan Asal Proses Vulkanisme II


             Bentuklahan vulkanik secara sederhana dibagi menjadi 2, yaitu bentuk-bentuk eksplosif (krater letusan, ash dan cinder cone) dan bentuk-bentuk effusif (aliran lava/lidah lava, bocca, plateau lava, aliran lahar dan lainnya) yang membentuk bentangan tertentu dengan distribusi di sekitar kepundan, lereng bahkan kadang sampai kaki lereng. Struktur vulkanik yang besar biasanya ditandai oleh erupsi yang eksplosif dan effusif, yang dalam hal ini terbentuk volkanostrato. Erupsi yang besar mungkin sekali akan merusak dan membentuk kaldera yang besar. Kekomplekkan terrain vulkanik akan terbentuk bila proses-proses yang non-vulkanik berinteraksi dengan vulkanisme. Proses patahan yang aktif akan menghasilkan erupsi linier dan depresi volkano-tektonik. Satuan bentuklahan vulkanik dapat dikelompokkan lagi menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, dan sebagai contoh penyimbulannya antara lain : satuan kepundan (VK), satuan kerucut parasiter (VKp), satuan lereng vulkan (VL), satuan kakilereng gunungapi (VLk) dan satuan dataran fluvial gunungapi (VDk).
            Proses erosi vertikal yang kuat pada bagian hulu akibat aliran lava/lahar dan curah hujan yang tinggi membentuk lembah-lembah sungai yang curam dan rapat serta dibatasi oleh igir-igir yang runcing dengan pola mengikuti aliran sungai-sungainya. Proses erosi dan denudasional yang bekerjasama menyebabkan terbentuknya relief yang kasar dan topografi yang tinggi dengan kemiringan lereng yang curam pada bagian lereng atas, kemudian terdapat tekuk lereng (break of slope) yang mencirikan munculnya mataair membentuk sabuk mataair (spring belt).
            Pola aliran sungai terbentuk akibat proses geomorfologi yang bekerja pada batuan di permukaan, sehingga terbentuk pola yang relatif annular sentrifugal dengan anak-anak sungai utama relatif sejajar, kemudian bertemu pada tekuk lereng pertama. Beberapa sungai bertemu kembali pada tekuk lereng kedua, dan seterusnya. Kerapatan aliran umumnya tinggi pada lereng atas dan tengah, yang semakin menurun kerapatannya ke arah lereng bawah dan kaki lereng.
            Pola-pola kelurusan yang ada umumnya berupa igir-igir curam di kanan-kiri sungai, pola kelurusan kontur yang melingkar serta break of slope yang berasosiasi dengan spring belt. Vegetasi umumnya rapat berupa hutan lindung di bagian atas, hutan penyangga di tengah dan akhirnya menjadi lahan budidaya pertanian di bagian kaki lereng sampai dataran fluvialnya. Permukiman dapat dijumpai mulai pada lereng tengah dengan kerapatan jarang ke arah bawah yang mempunyai kerapatan semakin padat.
            Kenampakan dari foto udara, tekstur umumnya kasar tetapi seragam pada ketinggian atau klas lereng sama, semakin ke bawah semakin halus; rona agak gelap sampai gelap; pola agak teraturdan umumnya kenampakan fisik mempunyai pola yang kontinyu. Kenampakan yang khas adalah bahwa pada pusat kepundan akan terlihat suatu kerucut yang di sekitarnya terdapat hamparan hasil erupsi tanpa vegetasi penutup sedikitpun. Bekas-bekas aliran lava cair akan tampak berupa garis-garis aliran di sekitar kepundan dan berhenti membentuk blok-blok dinding terjal akibat pembekuan di luar. 

Monday, July 26, 2010

Satuan Bentuklahan Asal Proses Fluvial/Aliran Sungai (F)

Bentuklahan asal proses fluvial terbentuk akibat aktivitas aliran sungai yang berupa pengikisan, pengangkutan dan pengendapan (sedimentasi) membentuk bentukan-bentukan deposisional yang berupa bentangan dataran aluvial (Fda) dan bentukan lain dengan struktur horisontal, tersusun oleh material sedimen berbutir halus. Bentukan-bentukan ini terutama berhubungan dengan daerah-daerah penimbunan seperti lembah-lembah sungai besar dan dataran aluvial. Bentukan-bentukan kecil yang mungkin terjadi antara lain dataran banjir (Fdb), tanggul alam (Fta), teras sungai (Fts), dataran berawa (Fbs), gosong sungai (Fgs) dan kipas aluvial (Fka). Asosiasi antara proses fluvial dengan marin kadang membentuk delta (Fdt) di muara sungai yang relatif tenang. Beberapa hal proses-proses fluvial seperti pengikisan vertikal maupun lateral dan berbagai macam bentuk sedimentasi sangat jelas dapat dilihat pada citra atau foto udara.

Satuan Bentuklahan Asal Proses Vulkanik (V)


Bentuklahan vulkanik secara sederhana dibagi menjadi 2, yaitu bentuk-bentuk eksplosif (krater letusan, ash dan cinder cone) dan bentuk-bentuk effusif (aliran lava/lidah lava, bocca, plateau lava, aliran lahar dan lainnya) yang membentuk bentangan tertentu dengan distribusi di sekitar kepundan, lereng bahkan kadang sampai kaki lereng. Struktur vulkanik yang besar biasanya ditandai oleh erupsi yang eksplosif dan effusif, yang dalam hal ini terbentuk volkanostrato. Erupsi yang besar mungkin sekali akan merusak dan membentuk kaldera yang besar. Kekomplekkan terrain vulkanik akan terbentuk bila proses-proses yang non-vulkanik berinteraksi dengan vulkanisme. Proses patahan yang aktif akan menghasilkan erupsi linier dan depresi volkano-tektonik. Satuan bentuklahan vulkanik dapat dikelompokkan lagi menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, dan sebagai contoh penyimbulannya antara lain : satuan kepundan (VK), satuan kerucut parasiter (VKp), satuan lereng vulkan (VL), satuan kakilereng gunungapi (VLk) dan satuan dataran fluvial gunungapi (VDk).

Friday, April 16, 2010

Bentanglahan Vulkanik-Gunungapi Ungaran



Bandungan adalah salah satu tempat tujuan wisata yang ada di Semarang. Bandungan terletak di sebelah selatan Gunung Ungaran. Secara geografis titik pengamatan terletak pada koordinat zone 49M 0429581mT 9202408mU. Titik pengamatan berada di puncak Bandungan. Bandungan terletak pada topografi yang tinggi, oleh sebab itu suhu di daerah Bandungan rendah. Kondisi yang sedemikian rupa pasti akan berpengaruh terhadap kondisi kehidupan masyarakat di wilayah ini.
Pengamatan di titik ini difokuskan pada bentangalam yang terhampar di sekitar titik pengamatan (gambar 4.2.4.36 ). Terlihat dari titik pengamatan Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan anak gunung api, Gunung Surapati, Gunung Lawu, Rawa Pening, serta Gunung Ungaran yang membentuk suatu bentangalam yang kompleks tetapi memikat hati bagi setiap orang yang menyaksikan pemandangan alam tersebut.

Gambar 4.2.4.36  Bentanglahan Bandungan dan Sekitarnya
(foto oleh Munawaroh, 2009)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...