Translate This !

Showing posts with label geography. Show all posts
Showing posts with label geography. Show all posts

Friday, May 2, 2014

MUD VOLCANOES

Definisi
Mud volcano didifinisikan sebagai endapan lumpur yang mempunyai densiti lebih ringan dari batuan sekitarnya, mobilitas tinggi, naik kepermukaan melalui bidang lemah sebagai konduit baik berupa sesar sera rekahan-rekahan dan membentuk kerucut seperti gunung api dengan ketinggian berkisar dari 17-30 meter. Sebelum munculnya istilah endapan lumpur (mud volcano), masyarakat setempat di Pulau Timor yang kaya akan gunung api lumpur di Indonesia, menyebutkan sebagai ‘poton’. Sebaliknya, nama mud volcano dapat disebut sesuai dengan lokasi di mana mereka tersingkap (misalnya lusi-lumpur Sidoarjo, lapindo, dll)

Thursday, March 20, 2014

Volcanic Landforms and Processes

Whats the different between volcanism and volcanoes?

Fig. 1

Volcanism is the process by which magma and associated gases rise onto the Earth's crust and are extruded on the earth's surface or in the atmosphere. And Volcanoes is the surface manifestations of volcanism. Global pattern of volcanism are related to plate boundaries (active seismic regions)(Fig 1). The type of volcanic activity depemds mainly on the type of plate boundary. The shape and dimensions of a volcano depend mainly on the eruption type. (see the image below)

Friday, May 20, 2011

Geografi Industri

Salah satu fenomena geografi di suatu daerah adalah berkembangnya berbagai jenis industri dengan beragam produk yang dihasilkannya. Kata industri diambil dari bahasa latin yaitu Industria yang artinya buruh atau penggunaan tenaga kerja secara terus menerus. Sedangkan secatra luas, industri sering diartikan sebagai semua usaha dan kegiatan yang sifatnya mengubah dan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Di Indonesia, pengertiana mengenai industri dijabarkan dalam UU no. 5 Tahun 84 tentang perindustrian yang menjelaskan bahwa    Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah , bahan baku, bahan setengah jadi , dan/atau barang jadi menjadi barang nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, teremasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.

Tuesday, February 1, 2011

Pewilayahan

Setiap wilayah yang memiliki potensi lingkungan fisik, sosial ekonomik, dan letak geografis berbeda, akan membawa implikasi pada perlakuan dan corak pembangunan yang diterapkan juga berbeda. Peniruan secara total dari pola kebijaksanaan yang pernah diterapkan dan berhasil di suatu daerah, belum tentu

Makna Wilayah

Wilayah (region) memiliki makna beragam bergantung pada aspek tinjauan disiplin ilmunya. Konsepsi wilayah secara klasik adalah membedakan wilayah berdasar (1) hampiran homogenity (wilayah formal), (2) hampiran nodality atau centrality (wilayah fungsional), dan (3) hampiran administratif (kebijakan).

Thursday, January 27, 2011

Sustainable Transport

Kota Guangzhou, jawara Sustainable Transport Award (Sumber: NationalGeographicIndonesia.co.id)
Pada beberapa tahun terakhir, Sustainable Transport Award dianugerahkan kepada New York, AS; Paris, Prancis; Guayaquil, Ekuador; Seoul, Korea Selatan; dan Bogota, Kolombia. Penghargaan ini diberikan kepada kota-kota yang memiliki sistem dan jaringan transportasi yang berkelanjutan yang dapat mengintegrasikan sistem transportasi bus dengan jaringan kereta, jalur sepeda yang lebar dan dibatasi dengan pepohonan, serta program berbagi sepeda sehingga masalah seperti kemacetan dapat terhindarkan.

Wednesday, January 26, 2011

What is GIS?

Many of the decisions we make every day involve being able to access, understand and utilise the space around us. This type of information is referred to as spatial information, and when visualised, we can see relationships, patterns, and trends that may not otherwise be apparent. A Geographic Information System (GIS) is mapping software that provides spatial information by linking locations with information about that location. It provides the functions and tools needed to efficiently capture, store, manipulate, analyse, and display the information about places and things.

Water cycle

Water Cycle

The hydrosphere – the surface and near-surface waters of the Earth – is made of meteoric water.The water cycle is the circulation of meteoric water through the hydrosphere, atmosphere, and upper parts of the crust. It is linked to the circulation of deep-seated juvenile water associated with magma production and the rock cycle. Juvenile water ascends from deep rock layers through volcanoes, where it issues into the meteoric zone for the first time. On the other hand, meteoric water held in hydrous minerals and pore spaces in sediments, known as connate water, may be removed from the meteoric cycle at subduction sites, where it is carried deep inside the Earth.

Profil Kabupaten Ciamis

Wilayah Ciamis terletak di 108o20 -108o40 BT dan antara 7o40 20 -7o41 20 LS, luas keseluruhan Kabupaten Ciamis ini 244,479 Ha. Ciamis bisa dikatakan sebagai daerah yang cukup strategis karena daerah ini dekat dengan pelabuhan di Cilacap, berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di sebelah utara, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya di sebelah barat, Kota Banjar dan Provinsi Jawa Tengah di sebelah timur, Samudera Hindia di sebelah selatan, secara administratif, terbagi menjadi 6 kecamatan. 
Keadaan alam Ciamis cukup potensial untuk pertanian dan pariwisata karena merupakan jalur transportasi antar kota maupun antar provinsi selain memiliki pantai Pangandaran yang sangat indah sehingga menjadi primadona wisatwan domestik dan mancanegara. 
Komoditi unggulan dari sub sektor perikanan laut diantaranya lobster, kakap merah, bawal, udang jerbung, dan layur. Di sub sektor budidaya iakan air tawar dintaranya gurame, nila gift, dan uadng galah, Untuk sub sektor pertanian, tanaman pangan masih menjadi andalan daerah ini yang meliputi: padi, jagung, tanaman holtikultura buah-buahan seperti duku, salak, pisang, mangga, manggis, sawo dan tanaman palawija, serta sayur-sayuran. Untuk sub sektor peternakan mempunyai komoditi unggulan sapi, ayam ras dan domba, Usaha peternakan memberikan banyak nilai tambah bagi peternaknya mulai dari kotoran ayam yang dijadikan pupuk kandang, ayam yang dipadu dengan ikan hingga menjadi mina ayam, sampai pemanfaatan bulu-bulu ayam sebagai bahan baku industri kecil. 
ini dia pantai pasir putih yang indahnya tak kalah dengan Bali

Daerah utama untuk peternakan ayam meliputi Kecamatan Ciamis, Kawali, Panjalu, Cipaku, Cisaga, Sukadana, dan Rancah.Kendala yang masih dihadapi peternak ayam selama ini adalah penyediaan bibit ayam. Belum ada perusahaan pembibitan ayam yang dapat memenuhi kebutuhan lokal peternak Ciamis sehingga kebutuhan bibit ayam masih dipasok dari Kota Bandung. Selain potensial untuk pertanian, beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis juga potensial untuk pariwisata, di antaranya Kecamatan Pangandaran, Panjalu, Kalipucang, Cijulang, dan Cimerak. Pariwisata mampu menggerakkan lapangan usaha lain seperti pertanian, industri, perdagangan maupun perhotelan. Penyebab tingginya pertumbuhan ini akibat maraknya kegiatan ekonomi di Pantai Pangandaran, seperti perdagangan, perhotelan, dan kegiatan industri kecil. Selain wisata pantai, Kabupaten Ciamis juga menawarkan wisata budaya dan alam. Wisata budaya seperti Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, dan Situ Lengkong, Kecamatan Panjalu, merupakan peninggalan Kerajaan Galuh. Karangkamulyan diarahkan menjadi tempat persinggahan untuk melepas kepenatan para pengemudi atau warga yang hendak lewat jalur selatan Pulau Jawa. Situ Lengkong menawarkan keindahan danau kecil yang di tengahnya terdapat makam Raja Panjalu Adipati Hariang Kencana Putra. Obyek wisata alam di antaranya adalah Curug Tujuh Cibolang yang merupakan tujuh air terjun di daerah pegunungan Kecamatan Panjalu, Ciamis bagian utara, dan Cukang Taneuh, gua yang dihiasi stalaktit dan stalagmit yang ada di Kecamatan Cijulang. dari sub sektor perkebunan yang potensinya meliputi cengkeh, kakao, lada dan kelapa. 
Adapun Ciamis bisa disebut sebagai daerah yang lebih banyak ditinggalkan migrasi, hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya karena masih sedikitnya Universitas, lapangan pekerjaan, dan upah minimum yang kecil.

Monday, January 17, 2011

Makna Kota dari Game CityVille

Akhir-akhir ini game CityVille di facebook sedikit-banyak mencuri perhatian para gamers di situs jejaring sosial no.1 di dunia. CityVille merupakan game besutan Zygna yang pamornya terus meroket sejak ia di luncurkan akhir tahun 2010 lalu. CityVille ini, adalah game dimana kita bisa membangun kota sesuai kemauan kita, dari mulai tata ruang, populasi, komoditas, dan lain-lain. Di tinjau dari sudut pandang ilmu Geografi, tentunya game ini bisa dikatakan geografi banget.. Ungkapan itu saya kemukakan karena dalam geografi sendiri dikenal  Study Concern mengenai Kota, terutama dari aspek keruangannya.

Thursday, December 9, 2010

MIND-MAP PENYUSUNAN SATUAN BENTUKLAHAN


Menurut Strahler (1983), bentuklahan adalah konfigurasi permukaan lahan yang dihasilkan oleh proses alam. Lebih lanjut Whitton (1984) menyatakan bahwa bentuklahan merupakan morfologi dan karakteristik permukaan lahan sebagai hasil interaksi antara proses fisik dan gerakan kerak dengan geologi lapisan permukaan bumi. Berdasarkan kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa bentuklahan merupakan bentang permukaan lahan yang mempunyai relief khas karena pengaruh kuat dari struktur kulit bumi dan akibat dari proses alam yang bekerja pada batuan di dalam ruang dan waktu tertentu. Masing-masing bentuklahan dicirikan oleh adanya perbedaan dalam hal struktur dan proses geomorfologi, relief/topografi dan material penyusun (litologi).

Tuesday, November 16, 2010

Konsep Wilayah

Ada beragam macam definisi mengenai wilayah. Dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur yang terkait kepadanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional.

Friday, November 12, 2010

Bentuklahan Asal Proses Solusional (Karst)


Bentuklahan solusional mempunyai karakteristik relief dan drainase alami yang spesifik karena proses solusi/pelarutan pada batuan yang mudah larut seperti batugamping. Beberapa ciri kenampakan solusional antara lain : alur-alur dan igir pelarutan yang banyak mengandung kapur (CaCO3), lapies, solusional pits, facets, flutes dan runnels berupa aliran-aliran bawah tanah atau gua-gua kapur dengan stalagtit dan stalagmit.

Kasrt Tower di China Sebagai bentukan Eksokarst hasil proses solusional.


Profil Bentuklahan Karst


            Bentuklahan yang berkembang pada satuan ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik litologi dan kondisi iklimnya. Proses pelarutan akan meninggalkan bekas berupa kubah-kubah gamping yang membulat teratur dan seragam, dan terbentuk lubang-lubang drainase atau porositas berupa doline atau polye yang menyatu dengan aliran bawah tanah. Retakan yang intensif akan mengakibatkan konsentrasi infiltrasi dan kelurusan dari sinkhole sepanjang retakan.
            Karakteristik yang dapat dilihat dari foto udara umumnya berupa bentukan dengan topografi kasar, banyak bulatan-bulatan kubah sisa pelarutan yang mempunyai pola teratur, aliran-aliran sungai tidak teratur dan terpotong/menghilang akibat masuk dalam ponor infiltrasi menuju sungai bawah tanah, rona cerah dan banyak bercak-bercak kehitaman, vegetasi jarang dan lahan belum banyak dimanfaatkan. Sistem retakan dan patahan sering banyak dijumpai akibat pengangkatan material dari dasar laut ke permukaan membentuk perbukitan/ pegunungan (berdasar genesanya). 
Kenampakan bentuklahan Karst dilihat dari Citra Google Earth


Contoh Peta Geomorfologi Untuk Bentuklahan Karst

Wednesday, November 10, 2010

Morfologi MERBABU

Gunung Merbabu merupakan salah satu gunungapi strato volkano (gunungapi berlapis antara batuan lava dengan batuan piroklastika) di Pulau jawa yang letaknya secara astronomis terletak di  7°8' - 7°35'27" LS dan 110°1' - 110°26' BT.  Gunung ini memiliki ketinggian 3145 m dari permukaan air laut.  Kota kota terdekat dengan gunung ini yaitu Magelang, Salatiga dan Boyolali (merupakan ibu Kota Kabupaten).  

Tuesday, September 21, 2010

Bentuklahan Asal Proses Marin

         Perbedaan utama untuk kenampakan bentukan dalam klas ini adalah antara pantai yang berbatu, bila terdapat tebing laut dan permukaan abrasi dengan pantai dataran rendah yang dijumpai bukit-bukit pantai dan swale atau denganpantai penghalang bar atau laguna. Pada zone yang berdelta, bentuk-bentuk marin berhubungan dengan bentuk-bentuk fluvial. Perubahan garis pantai yang berasal dari penimbunan dan abrasi dapat dipelajari dengan baik melalui interpretasi foto udara.

            Proses yang terjadi di daerah pantai, seperti pengendapan dari daratan dan laut, arus laut, ombak/gelombang, tektonik dan sebagainya menyebabkan perubahan pantai dan bentuk pantai yang berbeda-beda. Asosiasi alami bahwa pantai selalu terletak di bagian tepi dari kontinental. Secara umum material penyusunnya berupa pasir dengan segala ukuran tergantung sumber material sekitar dengan struktur horisontal, rona cerah, tekstur halus dan pola teratur-seragam. Vegetasi jarang sebatas mintakat pantai seperti pandanus, bakau dan beberapa jenis lainnya, permukiman jarang kecuali telah dimanfaatkan untuk kawasan pariwisata, relief datar dan proses utama adalah pengendapan membentuk bentukan-bentukan khas pantai seperti swale, laguna, bar, bukit pantai dan dataran aluvial pantai (coastal aluvial plain). Beberapa bentang alam pantai antara lain :
·         Dataran abrasi (Mda), yaitu suatu dataran hasil erosi gelombang laut yang menghancurkan dinding pantai;
·         Split (Msp), yaitu endapan pantai dengan suatu bagian tergabung dengan daratan dan bagian lainnya menjorok ke laut;
·         Tombolo (Mtb), yaitu suatau endapan tipis yang menghubungkan suatu pulau dengan daratan utama;
·         Bars (Mbr), yaitu hampir sama dengan split, tetapi bars menghubungkan “headland” satu dengan lainnya yang biasa terbentuk di muara sungai. Apabila di belakang bars terakumulasi endapan lanau (silt), maka akan terbentuk “mud flats”;
·         Beach (Mbc), yaitu dataran pantai yang tersusun oleh endapan pasir dan kerikil; dan Gumuk pasir pantai yang terbentuk pada pantai berpasir dengan aktivitas angin yang kuat membentuk bukit-bukit pasir di depan pantai (biasanya dimasukkan sebagai hasil proses angin).

Monday, September 20, 2010

Bentuklahan Asal Proses Vulkanisme II


             Bentuklahan vulkanik secara sederhana dibagi menjadi 2, yaitu bentuk-bentuk eksplosif (krater letusan, ash dan cinder cone) dan bentuk-bentuk effusif (aliran lava/lidah lava, bocca, plateau lava, aliran lahar dan lainnya) yang membentuk bentangan tertentu dengan distribusi di sekitar kepundan, lereng bahkan kadang sampai kaki lereng. Struktur vulkanik yang besar biasanya ditandai oleh erupsi yang eksplosif dan effusif, yang dalam hal ini terbentuk volkanostrato. Erupsi yang besar mungkin sekali akan merusak dan membentuk kaldera yang besar. Kekomplekkan terrain vulkanik akan terbentuk bila proses-proses yang non-vulkanik berinteraksi dengan vulkanisme. Proses patahan yang aktif akan menghasilkan erupsi linier dan depresi volkano-tektonik. Satuan bentuklahan vulkanik dapat dikelompokkan lagi menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, dan sebagai contoh penyimbulannya antara lain : satuan kepundan (VK), satuan kerucut parasiter (VKp), satuan lereng vulkan (VL), satuan kakilereng gunungapi (VLk) dan satuan dataran fluvial gunungapi (VDk).
            Proses erosi vertikal yang kuat pada bagian hulu akibat aliran lava/lahar dan curah hujan yang tinggi membentuk lembah-lembah sungai yang curam dan rapat serta dibatasi oleh igir-igir yang runcing dengan pola mengikuti aliran sungai-sungainya. Proses erosi dan denudasional yang bekerjasama menyebabkan terbentuknya relief yang kasar dan topografi yang tinggi dengan kemiringan lereng yang curam pada bagian lereng atas, kemudian terdapat tekuk lereng (break of slope) yang mencirikan munculnya mataair membentuk sabuk mataair (spring belt).
            Pola aliran sungai terbentuk akibat proses geomorfologi yang bekerja pada batuan di permukaan, sehingga terbentuk pola yang relatif annular sentrifugal dengan anak-anak sungai utama relatif sejajar, kemudian bertemu pada tekuk lereng pertama. Beberapa sungai bertemu kembali pada tekuk lereng kedua, dan seterusnya. Kerapatan aliran umumnya tinggi pada lereng atas dan tengah, yang semakin menurun kerapatannya ke arah lereng bawah dan kaki lereng.
            Pola-pola kelurusan yang ada umumnya berupa igir-igir curam di kanan-kiri sungai, pola kelurusan kontur yang melingkar serta break of slope yang berasosiasi dengan spring belt. Vegetasi umumnya rapat berupa hutan lindung di bagian atas, hutan penyangga di tengah dan akhirnya menjadi lahan budidaya pertanian di bagian kaki lereng sampai dataran fluvialnya. Permukiman dapat dijumpai mulai pada lereng tengah dengan kerapatan jarang ke arah bawah yang mempunyai kerapatan semakin padat.
            Kenampakan dari foto udara, tekstur umumnya kasar tetapi seragam pada ketinggian atau klas lereng sama, semakin ke bawah semakin halus; rona agak gelap sampai gelap; pola agak teraturdan umumnya kenampakan fisik mempunyai pola yang kontinyu. Kenampakan yang khas adalah bahwa pada pusat kepundan akan terlihat suatu kerucut yang di sekitarnya terdapat hamparan hasil erupsi tanpa vegetasi penutup sedikitpun. Bekas-bekas aliran lava cair akan tampak berupa garis-garis aliran di sekitar kepundan dan berhenti membentuk blok-blok dinding terjal akibat pembekuan di luar. 

Monday, July 26, 2010

Satuan Bentuklahan Asal Proses Fluvial/Aliran Sungai (F)

Bentuklahan asal proses fluvial terbentuk akibat aktivitas aliran sungai yang berupa pengikisan, pengangkutan dan pengendapan (sedimentasi) membentuk bentukan-bentukan deposisional yang berupa bentangan dataran aluvial (Fda) dan bentukan lain dengan struktur horisontal, tersusun oleh material sedimen berbutir halus. Bentukan-bentukan ini terutama berhubungan dengan daerah-daerah penimbunan seperti lembah-lembah sungai besar dan dataran aluvial. Bentukan-bentukan kecil yang mungkin terjadi antara lain dataran banjir (Fdb), tanggul alam (Fta), teras sungai (Fts), dataran berawa (Fbs), gosong sungai (Fgs) dan kipas aluvial (Fka). Asosiasi antara proses fluvial dengan marin kadang membentuk delta (Fdt) di muara sungai yang relatif tenang. Beberapa hal proses-proses fluvial seperti pengikisan vertikal maupun lateral dan berbagai macam bentuk sedimentasi sangat jelas dapat dilihat pada citra atau foto udara.

Satuan Bentuklahan Asal Proses Vulkanik (V)


Bentuklahan vulkanik secara sederhana dibagi menjadi 2, yaitu bentuk-bentuk eksplosif (krater letusan, ash dan cinder cone) dan bentuk-bentuk effusif (aliran lava/lidah lava, bocca, plateau lava, aliran lahar dan lainnya) yang membentuk bentangan tertentu dengan distribusi di sekitar kepundan, lereng bahkan kadang sampai kaki lereng. Struktur vulkanik yang besar biasanya ditandai oleh erupsi yang eksplosif dan effusif, yang dalam hal ini terbentuk volkanostrato. Erupsi yang besar mungkin sekali akan merusak dan membentuk kaldera yang besar. Kekomplekkan terrain vulkanik akan terbentuk bila proses-proses yang non-vulkanik berinteraksi dengan vulkanisme. Proses patahan yang aktif akan menghasilkan erupsi linier dan depresi volkano-tektonik. Satuan bentuklahan vulkanik dapat dikelompokkan lagi menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, dan sebagai contoh penyimbulannya antara lain : satuan kepundan (VK), satuan kerucut parasiter (VKp), satuan lereng vulkan (VL), satuan kakilereng gunungapi (VLk) dan satuan dataran fluvial gunungapi (VDk).

Thursday, May 6, 2010

Soil Erosion : Causes and Effects

Soil erosion is one form of soil degradation along with soil compaction, low organic matter, loss of soil structure, poor internal drainage, salinisation, and soil acidity problems. These other forms of soil degradation, serious in themselves, usually contribute to accelerated soil erosion.
Soil erosion is a naturally occurring process on all land. The agents of soil erosion are water and wind, each contributing a significant amount of soil loss each year in Ontario.
Soil erosion may be a slow process that continues relatively unnoticed, or it may occur at an alarming rate causing serious loss of topsoil. The loss of soil from farmland may be reflected in reduced crop production potential, lower surface water quality and damaged drainage networks.

Wednesday, April 28, 2010

Global Warmng : What We Can Do ?

The evidence that humans are causing global warming is strong, but the question of what to do about it remains controversial. Economics, sociology, and politics are all important factors in planning for the future.
Even if we stopped emitting greenhouse gases (GHGs) today, the Earth would still warm by another degree Fahrenheit or so. But what we do from today forward makes a big difference.  Depending on our choices, scientists predict that the Earth could eventually warm by as little as 2.5 degrees or as much as 10 degrees Fahrenheit.

A commonly cited goal is to stabilize GHG concentrations around 450-550 parts per million (ppm), or about twice pre-industrial levels. This is the point at which many believe the most damaging impacts of climate change can be avoided.  Current concentrations are about 380 ppm, which means there isn't much time to lose.  According to the IPCC, we'd have to reduce GHG emissions by 50% to 80% of what they're on track to be in the next century to reach this level.
Is this possible?
Many people and governments are already working hard to cut greenhouse gases, and everyone can help.
Researchers Stephen Pacala and Robert Socolow at Princeton University have suggested one approach that they call "stabilization wedges." This means reducing GHG emissions from a variety of sources with technologies available in the next few decades, rather than relying on an enormous change in a single area.  They suggest 7 wedges that could each reduce emissions, and all of them together could hold emissions at approximately current levels for the next 50 years, putting us on a potential path to stabilize around 500 ppm.
There are many possible wedges, including improvements to energy efficiency and vehicle fuel economy (so less energy has to be produced), and increases in wind and solar power, hydrogen produced from renewable sources, biofuels (produced from crops), natural gas, and nuclear power.  There is also the potential to capture the carbon dioxide emitted from fossil fuels and store it underground—a process called "carbon sequestration."
In addition to reducing the gases we emit to the atmosphere, we can also increase the amount of gases we take out of the atmosphere.  Plants and trees absorb CO2 as they grow, "sequestering" carbon naturally.  Increasing forestlands and making changes to the way we farm could increase the amount of carbon we're storing.
Some of these technologies have drawbacks, and different communities will make different decisions about how to power their lives, but the good news is that there are a variety of options to put us on a path toward a stable climate.

published by NATIONAL GEOGRAPHIC
image by : Paul Nicklen
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...