Translate This !

Showing posts with label map design. Show all posts
Showing posts with label map design. Show all posts

Tuesday, April 13, 2010

Mengenal Kartografi Dasar


KKartografi adalah suatu teknik yang secara mendasar dihubungkan dengan kegiatan memperkecil keruangan suatu daerah yang luas sebagian atau seluruh permukaan bumi , atau benda-benda angkasa dan menyajikan dalam suatu bentuk yang dapat mudah diobservasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan komunikasi. ( Sukwardjono,1997)
Karena digunakan untuk kepentingan komunikasi maka diperlukan teknik-teknik khusus dan pengetahuan estetika ,maka ICA pada tahun 1973 menyimpulkan bahwa kartografi adalah seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta-peta , sekaligus mencakup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni. (Khakim, Nurul, 2007)
Dari definisi di atas dapat dimengerti bahwa tugas seorang kartografer adalah membuat peta, yaitu merancang peta (map design) yang meliputi desain simbol (symbol design), tata letak peta (map lay out), isi peta (map content), dan generalisasi (generalization). Banyak sekali definisi tentang peta, tetapi pada dasarnya hakekat peta adalah
  1. Peta adalah alat peraga.
  2. Melalui alat peraga itu, seorang penyusun peta ingin menyampaikan idenya kepada orang lain.
  3. Ide yang dimaksud adalah hal-hal yang berhubungan dengan kedudukannya dalam ruang. Ide tentang gambaran tinggi rendah permukaan bumi suatu daerah melahirkan peta topogafi, ide gambaran penyebaran penduduk (peta penduduk), penyebaran batuan (peta geologi),penyebaran jenis tanah (peta tanah atau soil map), penyebaran curah hujan (peta hujan) dan sebagainya yang menyangkut kedudukannya dalam ruang.
  4. Dengan cara menyajikannya kedalam bentuk peta, diharapkan si penerima ide dapat dengan cepat dan mudah memahami atau memperoleh gambaran dari yang disajikan itu melalui matanya.
Untuk menyatakan sesuatu hal ke dalam peta tentunya tidak bisa digambarkan seperti bentuk benda itu yang sebenarnya, melainkan dipergunakan sebuah gambar pengganti atau simbol.
Simbol dalam peta memegang peranan yang sangat penting, bahkan dalam peta-peta khusus atau peta-peta tematik simbol merupakan merupakan informasi utama untuk menunjukkan tema suatu peta. Menurut bentuknya simbol dapat dikelompokkan menjadi simbol titik,simbol garis dan simbol area atau bidang , sedangkan wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang digambarkan dapat dibedakan menjadi abstrak, setengah abstrak dan nyata atau piktoral . Simbol Piktoral adalah suatu simbol yang dalam kenampakan wujudnya ada kemiripan dengan wujud unsur yang digambarkan , sedangkan simbol geometrik adalah abstrak simbol yang wujudnya tidak ada kemiripan dengan unsur yang digambarkan . Disamping itu ada simbol yang menggunakan huruf atau angka. (Khakim ,Nurul, 2007) .
Jika peta itu dibuat dan didesain dengan baik, akan merupakan alat yang baik untuk kepentingan :
a. melaporkan (recording)
b. memperagakan (displaying)
c. menganalisis (analyzing)
d. dan secara umum untuk pemahaman saling hubungan (interrelation) dari benda-benda (obyek) secara keruangan (spatial – relationship).
( Sukwardjono,1997)

Thursday, April 1, 2010

INTERPRETASI PENUTUP/PENGGUNAAN LAHAN SECARA STEREOSKOPIS BERDASARKAN FOTO UDARA PANKROMATIK HITAM/PUTIH


Foto udara mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan jenis-jenis citra lain terutama dengan resolusi spasial yang diberikannya. Disamping itu juga adanya kemampuan foto udara dalam menampilkan obyeknya secara stereokopis, yang dikarenakan oleh tampalan foto yang satu dengan yang lain. Penghitungan sederhana resolusi spasial foto udara adalah dengan rumusan sebagai berikut :
               Resolusi spasial foto udara = 1/40.000 x Penyebut skala

Terlepas daripada keunggulan dan keterbatasan foto udara pankromatik dibandingkan dengan FU IRed, semua jenis foto udara memiliki keunggulan dalam hal penyajian kenampakan stereoskopis. Hal ini dimungkinkan karena foto udara diperoleh dengan pemotretan yang berurutan pada suatu jalur terbang. Pertampalan (wilayah pada foto dengan kenampakan sama, interseksi atau overlap) antara 2 foto hasiol pemotretan yang berurutan pada suatu jalur terbang disebut Endlap, sedangkan pertampalan yang berurutan pada dua jalur terbang disebut sidelap. Endlap optimum biasanya sekitar 60% dari foto udara, sedangkan sidelap optimum adalah sebesar 15%. Jika kurang dari persentasi tersebut, maka biasanya wilayah yang dapat teramati secara tiga dimensi akan sangat terbatas. Namun jika lebih dari persentasi tadi misalnya endlap 90% maka biayanya akan sangat besar.
Karena obyek tampak dengan perujudan tiga dimensional, pengenalannya pada citra mudah dilakukan. Disamping itu, pengenalan obyek juga dapat juga dipermudah dengan dua hal, yaitu :
a.       Pembesaran tegak yang memperjelas relief dan
b.       Pembesaran (tegak dan mendatar) bila digunakan binokuler dalam pengamatannya, namun binokuler akan mengecilkan luas daerah pengamatan walaupun obyek diperbesar.
Kenampakan stereoskopis terjadi karena adanya perbedaan posisi pemotretan (sudut pandang) dan proyeksinya bersifat sentral, maka pada setiap foto terdapat paralaks, pergeseran relief, dan distorsi. Prinsip-prinsip perhitungan ini terdapat pada fotogrammetri. Sacara praktis kenampakan medan yang kasar pada dua foto udara yang saling bertampalan akan berbeda ukuran, arah, dan bentuknya. Khususnya apabila kenampakan tersebut terdapat pada bagian tepi foto. Obyek yang terdapat pada lereng yang curam ‘menghadap’ kamera pada posisi 1 (foto 1) akan tampak berbeda pada foto 2 di sebelahnya, apabila obyek ini tidak menghadap kamera pada posisi 2. ditambah dengan adanya pergeseran relief, perbedaan semacam ini sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan penafsir dalam menarik garis(delineasi) batas-batas kenampakan obyek.
Penggunaan kamera dengan panjang focus (focal length) yang kecil, atau biasa disebut dengan sudut lebar (wide angle), akan memperburuk diostorsi yang terjadi. Kesulitan yang sangat parah sering dijumpai pada penggunaan pasangan foto yang meliputi lereng atas dan kerucut vulkan, yang dipotret dengan kamera sudut lebar. Pada pasangan foto ini, kenampakan igir dan lembah pada foto kiri dan kanan dapat benar-benar bertentangan sehingga delineasi secara stereoskopis sulit dilakukan.

Sunday, November 15, 2009

Map Use and Generalizations

As we already know that the maps reflect the various types of information of the earth element and that there kaitanya with earth. Thus, the map is a good source of information because it can immediately visually map provides information on the spatial distribution pattern of the elements described.
To be able to use the map properly, there is phasing in its use. There are 3 stages in the use of maps, namely:
1. Read a map (map reading), which is more on identifying symbol and read the meaning of the symbol.
2. Analysis of the map (map analysis), at this stage been able to find out what is depicted on the map, which was followed by measuring or finding the value of these elements.
3. Interpretation of the map (map interpretation), that is more on finding answers to why a particular section has occurred in different patterns with patterns in other parts of the same map.
Dissimilarity information presented on the various maps that have different scales of generalization arises because of the aspect. Generalization itself can mean the selection and simplification of the elements on the map. Generalization occurs because increasing the density of the contents of the map by the reduction of scale and the limited ability of the eye in seeing the minimum size on the map. Generalization is closely related to map scale and map-making purposes. Generalization basically divided into 2, namely:
a. Generalization, geometric, rather the simplification of forms.
b. Conceptual generalization, rather the simplification of the mapped subject (done by people who understand the concept of the elements depicted).
Generalization aspect consists of the following:
1. Election
2. Simplification
3. Removal
4. Enlargement
5. Shift places
6. Stress
7. Combination
8. Classification
While generalizations can be done in a way:
a. Jump on a map that has diminished
b. Performed on the original map before the diminished
c. Done through intermediaries scale
Position / location of a place can be identified by determining the relative and absolute determination. Determination of relativism can be done by determining the direction and the direction, the direction and distance, and distance and distance. Absolute determination of a point on the map can be searched using the formula:
The position of the point (x, y)
Latitude (x) = latitude early +


Longitude (y) = initial + longitude

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...