Fenomena "awan petruk", yang terjadi pada 25 Oktober di dekat Merapi sebelum letusan besar, dapat dilihat dari Magelang, Jawa Tengah.Masyarakat lalu menghubung-hubungkan awan itu dengan letusan Merapi sehari kemudian.
Menurut peneliti gunung api dari Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Igan Sutawijaya, awan itu sebetulnya asap akibat erupsi vertikal Merapi. Asap itu membawa gas solfatara berikut abu-abu vulkanik. Asap ini mirip dengan wedhus gembel hanya saja gerakannya membubung tinggi ke angkasa. "Angin dan awan mungkin saja membentuknya menjadi formasi itu," kata Igan yang dihubungi lewat telepon pada Senin (8/10). Igan juga menambahkan kalau dari daerah selain Magelang, awan itu bisa saja tampak berbeda.

